PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Sejumlah tokoh mewakili masyarakat adat Kalimantan melaksanakan ‘Temu Agung’ Auntuk merumuskan maklumat rakyat Kalimantan terkait ibu kota negara (IKN).
Pertemuan digelar Senin (28/2) itu, dihadiri Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng H Agustiar Sabran, Sultan Banjar YM Sultan Haji Khairul Saleh Al’Mutashimbillah, Preseden MADN Dr Drs Martin Bila MM, Sultan Kutai YM Sultan Muhammad Arifin, Sultan Paser YM Sultan M Jarnawib, dan atasnama Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi se-Kalimantan H Agustiar Sabran.
Maklumat telah disusun dan disepakati bersama, yakni memberikan dukungan dan terlibat secacra penuh dan sungguh-sungguh atas perwujudan dan pelaksanaan pembangunan IKN di Provinsi Kaltim. Memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal pulau/banua Kalimantan (membangun fasilitas dan symbol-simbol adat, adab dan pusat budaya) dalam ruang lingkup utama di wilayah IKN. Dan melibatkan secara langsung segenap pemangku kelembagaan adat pulau/banua Kalimantan dalam merumuskan dan menyusun peraritan perundang-undangan sebagai turunan UU IKN.
Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi se-Kalimantan H Agustiar Sabran, mengatakan, bahwa semua tokoh yang hadir sudah “mengariskan” agar dalam pembangunan IKN Nusantara, putra-putri terbaik Kalimantan jangan sekadar jadi penonton saja.
“Maklumat telah disusun dan disepakati bersama itu, meminta agar Presiden Jokowi serta DPR memperhatikan putra-putra daerah Kalimantan untuk mengisi posisi-posisi strategis di Badan Otonomi IKN Nusantara,” H Agustiar Sabran. Ist/dor











