KUALA KAPUAS/tabengan.co.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas dan Barito Kuala (Batola) menyepakati pembangunan Jembatan dan Dermaga Penyeberangan Kapuas-Batola Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kesepakatan ini dituangkan dengan masing-masing pihak menandatangani hasil rapat finalisasi pembahasan rencana pembangunan dermaga dan jembatan antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.
Kegiatan berlangsung di Aula Bappeda pada Kamis 21 April 2022 lalu, yang dihadiri Sekda Kapuas Septedy dan pihak dari Batola, serta dari Dinas Perhubungan Kapuas dan Dinas PUPR Kapuas.
Rapat dipimpin oleh Sekda Kapuas Septedy berlangsung lancar dan penuh keakraban, meski di suasana bulan suci Ramadan, namun tampak peserta yang hadir penuh semangat.
Dari hasil diskusi dan masukan oleh peserta rapat dan proses tanya jawab, maka disepakati tiga poin.
Pertama, posisi rencana pembangunan jembatan tetap mengacu pada hasil rapat penetapan lokasi rencana jembatan Tabukan-Dadahub pada Rabu, 16 Maret 2022, bertempat di Aula Bahalap Kantor Pemkab Batola.
Kedua, rencana pembangunan dermaga penyeberangan Muara Dadahub-Pantang Baru di Desa Pantang Baru terletak 1, 5 Km dari titik jembatan dan lokasi di Desa Muara Dadahub berada 2,4 Km dari titik jembatan (114 35’21’E 02 48 ’58″S).
Ketiga, rencana penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Kapuas, Kalteng dan Pemkab Batola, Kalsel akan dilaksanakan pada Kamis, 21 April 2022, bertempat di Kantor Perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan di Jakarta, dengan menunggu keputusan Pimpinan lebih lanjut.
Septedy dalam kesempatan itu menyampaikan, pembangunan jembatan dan dermaga mengacu pada kesepakatan bersama sesuai yang sudah dirapatkan pada 26 Maret lalu di Barito Kuala.
“Hari ini (kemarin) kembali menyepakati titik koordinat, kemudian kesepakatan antara Bupati Kapuas dan Barito Kuala nantinya pada tanggal 21 April 2022. Dengan kesepakatan bersama, diharapkan kedepan arus lalu lintas barang dan orang semakin cepat, serta dapat meningkatkan hubungan perekonomian Batola dan Kapuas, dan untuk diketahui, anggaran rencana pembangunan berasal dari pusat,” kata Septedy.
Sementara itu, Sekda Batola H Zulkipli Yadi Noor mengungkapkan, bahwa program yang dilakukan ini adalah disebut Program Konektivitas, yang merupakan salah satu program Presiden Jokowi, yaitu pembangunan yang menghubungkan antarkabupaten dan provinsi.
“Kesepakatan kami ada dua arus sarana transportasi, yaitu jembatan dan dermaga penyeberangan atau kapal feri yang ujungnya nanti diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian yang berdampak kedua kabupaten,” harap Zulkipli. c-hr
PEMBANGUNAN DERMAGA DAN JEMBATAN -Sekda Kapuas dan Batola MoU Berita Acara Rapat Finalisasi











