KASONGAN/tabengan.co.id- Pada 2022 ini, kasus bunuh diri dengan cara gantung diri (leher dijerat tali) di Kabupaten Katingan meningkat tajam. Bahkan sudah ada 6 warga yang mengakhiri hidupnya dengan seutas tali, hal tersebut dipicu karena masalah ekonomi dan masalah keluarga. Misalnya pada Maret 2022, ada 4 peristiwa kasus bunuh diri.
Pertama dilakukan K, warga Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, hal ini diduga dia di-PHK, kedua L warga Jalan Tewang Rasau, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, diduga lantaran penyakit istrinya yang tidak kunjung sembuh dan ekonomi yang dihadapi. Ketiga T, warga Desa Kuluk Bali, Kecamatan Pulau Malan, lantaran penyakit sroke, keempat H warga Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan.
Pada April 2022, terdapat dua peristiwa gantung diri dilakukan S, warga Desa Dahian Tunggal, Kecamatan Pulau Malan dan H, warga Desa Samba Kahayan, Kecamatan Katingan Tengah, diduga karena belum memiliki pekerjaan, sehingga sejak Maret dan April 2022 ada 6 peristiwa gantung diri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Katingan Elmon Sianturi kepada Tabengan, Rabu (20/4), mengaku sangat prihatin dengan peristiwa cukup tinggi kasus gantung diri di Kabupaten Katingan. Pihaknya sudah melakukan riset di lapangan dengan berbagai macam pertanyaan seperti dipicu karena apa? Apakah persoalan timbul karena masalah ekonomi atau karena permasalahan lain.
“Saat kita melakukan riset di lapangan, ternyata bukan hanya masalah ekonomi saja yang menjadi pemicunya. Akan tetapi ada permasalahan lain, seperti permasalahan rumah tangga maupun permasalahan hubungan keluarga. Apabila menyangkut selain masalah ekonomi, maka menjadi permasalahan itu dominan di UPD lain seperti Kesbangpol,” kata Elmon.
Menurut Elmon, Dinsos Katingan sudah melakukan tugasnya untuk memerhatikan masyarakat yang membutuhkan Bansos, sehingga Dinsos dapat memberikan untuk menolong warga terkait masalah ekonomi.
Lanjut Elmon, terkait memberikan arahan, motivasi dan lainnya, termasuk masalah fisikologi, itu UPD lain dan itupun sudah dilaksanakan oleh Kesbangpol Katingan dengan melibatkan tokoh-tokoh agama, masyarakat, pemuda dan tokoh lainnya.
“Pemerintah Daerah sudah melakukan panduan mekanisme tersebut dengan memberikan bimbingan mental, spritual ke masyarakat untuk menekan agar tidak ada lagi masyarakat Katingan yang menghadapi masalah dengan menyelesaikan masalah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ungkap Elmon. c-sus
Masalah Ekonomi dan Rumah Tangga Pemicu Kasus Bunuh Diri





