-
Spirit Kalteng

IDAI Kalteng Ingatkan Bahaya Hepatitis Misterius

35
×

IDAI Kalteng Ingatkan Bahaya Hepatitis Misterius

Sebarkan artikel ini
Ketua IDAI Cabang Kalteng dr Ni Made Yuliari/FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Kasus hepatitis akut misterius yang merenggut nyawa 4 orang anak di Indonesia menjadi perhatian serius dunia kesehatan, termasuk organisasi profesi kesehatan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ketua IDAI Cabang Kalteng dr Ni Made Yuliari menyampaikan, dengan merebaknya kasus hepatitis akut yang belum diketahui sebabnya, disebut hepatitis misterius karena ada kasus diteliti ternyata tidak ada virus hepatitis A maupun B. Belum diketahui jenis virusnya, namun yang pasti infeksinya dari virus.
“Sementara ini jangan berenang di tempat umum, kemudian hindari bepergian di tempat yang ramai karena kita tidak tahu apakah virus itu ada di sana, memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan baik, kemudian hindari makan di tempat yang kebersihannya tidak dijamin, sebaiknya masak di rumah saja,” kata Made, Senin (9/5/2022).
Dokter spesialis anak RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya ini menambahkan, dirinya belum ketahui mengapa hepatitis misterius ini menyerangnya ke anak-anak usia 16 tahun ke bawah. Namun berdasarkan kasus yang ada ditemukan di anak-anak, termasuk empat orang di Indonesia, 3 anak di Jakarta dan 1 di Jawa Timur dengan usia 4 bulan.
Dia memastikan, selama menangani pasien anak di RS Doris Sylvanus, belum menemukan adanya anak yang dicurigai ke arah hepatitis akut misterius. IDAI Kalteng sudah menyebarluaskan informasi ke dokter anak seluruh Kalteng, apabila ada yang dicurigai segera melaporkan ke IDAI cabang maupun pusat, melalui formulir pelaporan yang sudah disiapkan yang terhubung langsung dengan Kemenkes.
Sementara, lanjut Made, gejala umumnya demam, mual muntah, diare, matanya kuning dan biasanya perburukan kondisinya cepat karena tidak diketahui masuknya lewat mana, namun dugaan sementara lewat saluran nafas dan saluran cerna mulut.
“Kalau ada anaknya bergejala demam, mual muntah, diare, cepat lemas, mata kuning, maka segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Lebih cepat lebih baik karena kondisi penderitanya cepat sekali memburuk dan belum bisa diselamatkan,” imbuh Made.
Menurut Made, harus tetap menjaga tubuh anak tetap sehat dengan memberikan makanan bergizi beragam dan berimbang. Kemudian cegah penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi seperti hepatitis B dan Hepatitis A, BCG, DPT, campak dan lain-lain, sehingga anak menjadi lebih kebal. yml

-
-
-