SAMPIT-tabengan.co.id-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) meningkatkan kewaspadaan terkait adanya penyebaran kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya yang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO pada tanggal 15 April 2022.
Bupati Kotim Halikinnor mengaku saat ini pihaknya melalui instansi terkait yakni Dinas Kesehatan tengah mendeteksi dan mencari informasi apakah penyakit tersebut sudah masuk di wilayah Kalteng ataupun Kotim.
“Kita waspada dan juga melakukan deteksi, namun kita berharap penyakit ini jangan sampai masuk di Kalteng maupun di Kotim,” ujarnya Senin (16/5).
Dikatakan Halikinnor, sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan, lanjutnya, kisaran kasus penyakit tersebut terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun di mana 17 anak diantaranya atau 10 persen memerlukan transplantasi hati dan satu kasus dilaporkan meninggal dunia. Gejala klinis pada kasus yang terindentifikasi hepatitis akut adalah dengan peningkatan enzim hati sindrom jaundice akut , dan gejala gastrointestinal atau nyeri abdomen diare dan muntah-muntah. Dimana sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.
“Meski diinformasikan jika penyakit ini menyerang anak-anak usia 1-16 tahun namun tidak menutup kemungkinan para lansia juga bisa terjangkit. Karena ini penyakit yang berbahaya untuk itu saya harap semua dapat menjaga salah satunya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pesannya. c-may











