-
Spirit Kalteng

Pemprov MoU dengan IPB, Kenapa Tidak ke PTN di Kalteng?

33
×

Pemprov MoU dengan IPB, Kenapa Tidak ke PTN di Kalteng?

Sebarkan artikel ini
Mambang I Tubil - Andreas Djunaedy  
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Adanya kesepakatan kerja sama atau MoU antara Pemprov Kalteng dan Institut Pertanian Bogor (IPB), terkait pengembangan program strategis untuk Food Estate, mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat.

Andreas Djunaedy, tokoh masyarakat Kalteng sekaligus tokoh budaya yang dikenal vokal menuturkan, seharusnya Pemprov lebih merekomendasikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lokal, misalnya Universitas Palangka Raya (UPR) atau lainnya, ketimbang PTN luar.

“Harusnya lebih merekomendasikan PTN lokal seperti UPR atau lainnya. Hal ini beralasan, mengingat SDM di universitas itu juga tidak kalah bagus, bahkan juga mumpuni di bidang akademisi,” ujarnya kepada Tabengan, Rabu (24/8).

Hal ini juga menjadi tanda tanya bagi dirinya, kenapa harus memilih PTN di luar Kalteng, daripada PTN lokal yang jelas ada di daerah sendiri.

Apalagi, ujar Andreas, baik akademisi maupun lulusannya seperti UPR atau lainnya, juga dinilai cakap, bahkan dinilai mampu terkait pengembangan Food Estate. Lulusannya sendiri tidak kalah bagus, bahkan berkualitas untuk bisa melaksanakan berbagai tindak lanjut di lapangan menyangkut program nasional di wilayah sendiri.

Namun yang terpenting, ujarnya, akademisi dari PTN lokal jelas lebih memahami kondisi daerah sendiri, baik dari segi bentuk atau struktur tanah, jenisnya, bagaimana kondisi pertanian di wilayah sendiri. Bahkan juga berbagai lini, baik sosial, ekonomi, pertaniannya hingga hal lain, sebagai orang lokal atau asli daerah sendiri.

“Pemahaman masyarakat Kalteng terhadap berbagai lini maupun sektor, khususnya soal Food Estate, baik soal jenis tanahnya, kebiasaan penduduk, cuacanya atau lainnya, tentunya sudah sangat dimengerti oleh warga sendiri. Jadi saya kira kenapa tidak merekomendasikan UPR atau PTN lokal lainnya untuk bekerja sama dalam mengoptimalkan pengembangan Food Estate di wilayah kita sendiri,” tegasnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Mambang I Tubil, tokoh adat sekaligus masyarakat Kalteng yang merupakan bagian dari Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng.

Menurut Mambang, Pemprov mestinya lebih memerhatikan PTN di wilayah sendiri, seperti layaknya UPR. Apalagi di UPR sendiri juga ada Fakultas Pertanian dan sejumlah tokoh akademisi di lingkup itu, yang sangat bagus bahkan mumpuni dalam bidangnya.

“Mereka ini lebih mengenal kondisi wilayahnya sendiri, bahkan lebih paham. Maka itu, sangat disayangkan apabila tidak diberdayakan. Kok justru lebih memilih PTN di luar Kalteng sebagai pihak yang bekerja sama dalam pengembangan Food Estate ini,” sesalnya.

Mambang juga berpendapat, banyak SDM di UPR yang sangat bagus dan berkompeten di bidangnya. Dia berharap, pemerintah lebih memerhatikan dan memberdayakan PTN lokal, daripada harus memilih bersepakat atau bekerja sama dengan PTN luar.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Nuryakin menghadiri Acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemprov Kalteng dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) Tentang Kerjasama Penelitian, Pembangunan dan Pengembangan Daerah di Provinsi Kalteng, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (20/8/2022).

“Untuk mendukung capaian Program Strategis Nasional Food Estate dan program pembangunan daerah dalam upaya mewujudkan kedaulatan atau kemandirian pangan itu, hari ini kita melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov. Kalteng dengan IPB,” jelas Nuryakin.

Nuryakin berharap melalui kerja sama ini, dapat mendorong percepatan program-program pembangunan dan kemajuan sektor pertanian di Kalteng, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat.drn

-
-
-