*Palangka Raya, Kobar, Lamandau dan Sukamara Terendam
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Hujan deras yang mengguyur pada Selasa (13/9) siang hingga malam hari, membuat banjir di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Tengah kian parah. Banjir ini juga menimpa sejumlah wilayah di Gunung Mas, Murung Raya, Muara Teweh, Pulang Pisau, Kuala Kapuas, Katingan, Kotim, Lamandau, Sukamara, Kobar dan Palangka Raya.
Di Kota Palangka Raya, lokasi banjir bertambah menjadi 8 kelurahan. Meluapnya air Sungai Kahayan, mengakibatkan jalan-jalan dan rumah penduduk terendam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Rabu (14/9), mengatakan, saat ini kenaikan debit air merata pada 8 kelurahan terdampak, bertambah sekitar 5 hingga 35 cm.
Kelurahan Palangka kenaikan debit air 33 cm, Kelurahan Petuk Katimpun 15 cm, Kelurahan Pahandut 15-35 cm, Kelurahan Bukit Tunggal naik 15 cm, Kelurahan Kameloh Baru 5 cm, Kelurahan Tanjung Pinang 20 cm, Kelurahan Bereng Bengkel 20 cm dan Kelurahan Danau Tundai 10 cm.
“Kondisi saat ini, khususnya di Kelurahan Bukit Tunggal, ada sebagian rumah warga yang terendam air. Di kelurahan lainnya sementara ini, air sudah merendam jalan permukiman dan mendekati rumah-rumah. Semua warga masing bertahan di rumah dan belum ada yang mengungsi,” kata Emi.
Sedangkan data warga yang terdampak, jelas Emi, saat ini berjumlah 222 jiwa yang terdiri dari 1 RT di Kelurahan Langkai dengan 20 Kepala Keluarga (KK) atau 60 jiwa dan 2 RT di Kelurahan Bukit Tunggal dengan 40 KK atau 162 jiwa.
“Sementara ini data tersebut yang tercatat dari tiap kelurahan dan dilaporkan kepada BPBD. Tiap kelurahan masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir kali ini,” bebernya.
Menurut Emi, selain akibat curah hujan yang tinggi di kawasan kota, kenaikan debit air ini juga dikarenakan kawasan hulu Sungai Kahayan, terutama Kabupaten Gunung Mas juga terus diguyur hujan setiap hari. Hal itu membuat Kota Palangka Raya yang notabene berada di kawasan hilir, mendapat limpahan air yang cukup banyak dan merendam kawasan permukiman di bantaran sungai.
“BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan dini, jika Kota Palangka Raya dan sekitarnya dalam 3 hari ke depan akan terus diguyur hujan. Untuk itu kita harus waspada dan siaga, jaga-jaga jika kenaikan debit air terus terjadi. BPBD juga telah siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk banjir seperti tahun lalu,” pungkasnya.
Ratusan Warga Terdampak
Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kabupaten Lamandau Joni Hardi mengungkapkan, berdasarkan data sementara, Rabu (14/9), ada 2 desa yang dilanda banjir, Desa Nanga Palikodan dan Desa Sungkup, Kecamatan Bulik Timur. Setidaknya 176 warga yang terdampak.
“Tim BPBD masih berada di lapangan untuk membantu dan mengevakuasi warga yang terkena banjir menggunakan perahu karet. Sementara data yang masuk ada 176 orang di Desa Nanga Palikodan dan Sungkup yang terdampak banjir,” kata Joni Hardi.
Karena terendam banjir parah, lanjut dia, sejumlah warga juga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain perumahan warga, banjir di Desa Nanga Palikodan juga merendam sejumlah fasilitas sosial, seperti gedung sekolah, posyandu, kantor BPD, gereja dan Balai Desa setempat.
“Untuk jumlah korban banjir di Kecamatan Menthobi Raya, masih kita kompilasi. Tim kita masih di lapangan,” ujarnya.
Bantuan Kemensos
Kecamatan Arut Utara telah menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bantuan tersebut diserahkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat pada Selasa (13/9). Pihak kecamatan lalu mendistribusikan kembali untuk warga yang terdampak banjir.
Sekretaris Camat Arut Utara Ricardo F Siregar, Rabu, mengatakan, pihaknya telah menyalurkan kembali bansos dari Kemensos, berupa makanan siap saji 450 paket, makanan anak 450 paket, lauk pauk 450 paket, sandang dewasa 50 paket, pampers 48 paket, matras 50 paket, kasur 50 paket dan selimut 100 paket.
Jumlah penduduk yang terdampak banjir di Arut Utara sebanyak 1.126 jiwa, dengan rincian Kelurahan Pangkut 1.160 jiwa, Desa Nanga Moa 40, Sukarame 145, Gandis 71, Kerabu 50, Penyombaan 186, Sambi 144, Riam 58, Panahan 174, Pandau 58 dan Desa Sungai Dau 40 jiwa.
Puluhan Rumah Terendam
Tim Reaksi Cepat masih berada di lokasi banjir yang merendam puluhan rumah di Desa Petarikan, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, untuk melakukan pendataan lebih lanjut.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukamara Ahmad Puan Jen, Rabu, mengatakan, hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan aliran sungai meningkat dan meluap.
“Hujan intensitas tinggi sejak Sabtu di wilayah Kabupaten Sukamara berdampak debit air di Sungai meningkat dan meluap, sehingga berdampak terhadap beberapa rumah,” kata Ahmad.
Ahmad menjelaskan, setidaknya ada 42 rumah yang terdampak banjir. Sebanyak 14 rumah di RT 001/01, RT 002/02 ada 9 rumah, serta RT 003/01 ada 18 rumah. Genangan air juga menyebabkan putusnya akses jalan di wilayah tersebut. Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 cm hingga 1 meter. rgb/c-uli/c-kar/c-jt











