-
Spirit Kalteng

Pemilik King Rhizuly Cafe Bantah Ada Aktivitas LGBT

41
×

Pemilik King Rhizuly Cafe Bantah Ada Aktivitas LGBT

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/FERRY WAHYUDI BANTAH- Suel, pemilik King Rhizuly Café mengklarifikasi bahwa tidak ada aktivitas LGBT di kafe miliknya.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Video viral aplikasi TikTok yang menyebutkan aktivitas LGBT di King Rhizuly Cafe Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya, membuat geram pemilik kafe.

Suel, pemilik King Rhizuly Cafe, menegaskan, apa yang dinarasikan dalam potongan video di aplikasi TikTok tersebut tidaklah benar.

“Silakan kroscek, tidak ada aktivitas LGBT di sini,” ucapnya, Rabu (28/9).

Suel menerangkan, peristiwa sebenarnya tersebut adalah ketika pihak keamanan kafe dan pengunjung mencoba meleraikan perkelahian yang sempat terjadi.

Adapun mereka yang pegang-pegang temannya itu ada suatu keributan dan tindakan untuk menyabarkan pihak yang sedang ada masalah, agar tidak terjadi perkelahian dan sebagainya.

“Video seperti orang berciuman itu ketika pengunjung sedang berbicara meleraikan temannya. Karena suara musik nyaring, jadi berbicara mendekatkan diri ke telinga,” jelasnya.

Suel pun sangat merasa keberatan atas pemberitaan dan penyebarluasan video bernarasi hoaks yang merugikan dirinya. Pasca-video itu beredar, penurunan jumlah pengunjung terjadi.

“Media yang memberitakan dan memvonis itu saya maafkan, namun kami akan  menempuh jalur adat,” tegasnya.

Sementara,  menanggapi video viral tersebut,  jajaran Polsek Sabangau bersama Danramil segera mendatangi King Rhizuly Cafe untuk melakukan klarifikasi.

Kapolsek Sabangau Ipda Ali Mahfud mengatakan, setelah melihat video viral, terutama di King Rizhuly Cafe, ia bersama Danramil, Babinsa dan Bhabinkamtibmas langsung mengkroscek kebenarannya.

“Setelah saya bertemu dengan pengelola, memang benar adanya terjadi kesalahpahaman menyajikan video tersebut. Video direkam saat terjadi keributan. Lalu dilerai oleh petugas keamanan dari pihak kafe,” imbuhnya.

Ia menerangkan, video yang digambarkan sepasang pria sedang berciuman dan berpelukan itu tidak benar. Kejadian sebenarnya adalah petugas keamanan tengah meredam perkelahian lebih lanjut.

“Jadi video yang menggambarkan berciuman itu salah. Pihak keamanan mencoba meredam suasana ke arah telinga salah satu pria, karena kondisi saat itu musik cukup kencang,” pungkasnya. fwa

-
-
-