-
Spirit Kalteng

Fairid: Sampah Picu Genangan Air

43
×

Fairid: Sampah Picu Genangan Air

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA PANTAU- Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat melakukan pemantauan titik genangan air di wilayah Kelurahan Palangka, Senin (3/10) sore.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Sepanjang awal pekan ini, Kota Palangka Raya terus menerus diguyur hujan lebat. Tak ayal, sejumlah titik kembali tergenang air. Seperti di Jalan Temanggung Tilung, Jalan Karet, Jalan Yos Sudarso, Jalan Lawu hingga Jalan Krakatau terendam dengan ketinggian air 10-30 centimeter. Hal ini tentu saja mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar genangan maupun pengguna jalan.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pihaknya segera bertindak cepat dengan mendata kawasan yang tergenang dan melakukan evaluasi, guna menemukan solusi cepat mengatasi genangan air.

Senin (3/10) sore, dalam pantauannya di wilayah Kelurahan Palangka, yakni Jalan Yos Sudarso, Lawu, Semeru dan Jalan Krakatau, ternyata faktor yang memicu genangan air adalah adanya sedimentasi lumpur yang diakibatkan sampah-sampah, sehingga menyebabkan pendangkalan drainase.

“Hampir di seluruh titik yang tergenang air, memang kemampuan drainase untuk menampung air sudah terganggu. Sebagian tersumbat sampah dan sebagian mengalami pendangkalan. Jadi saat curah hujan tinggi, air tak bisa tertampung di drainase. Air meluap hingga keluar drainase. Apalagi di kompleks perumahan yang lama, drainasenya banyak yang sudah tak sesuai standar,” kata Fairid saat ditanyai Tabengan, Selasa (4/10).

Diakuinya, pertumbuhan penduduk dan kecepatan pembangunan yang sangat pesat, turut menjadi salah satu faktor eksternal adanya kendala dalam pembenahan drainase di sekitaran Kota Cantik. Penanganan jangka pendek, ditegaskannya akan dilakukan langkah pembersihan saluran drainase dan mengondisikan arah aliran air agar mudah mengalir.

“Untuk jangka panjang, tentu harus dilakukan pelebaran drainase. Kendala pasti ada, karena itu akan memakan waktu dan anggaran yang tak sedikit,” ungkapnya.

Tantangan yang juga harus dihadapi Pemerintah Kota, diakui Fairid, adalah bagaimana mengondisikan agar drainase yang telah tertutup bangunan milik masyarakat, bisa dibenahi. Seperti di Jalan Lawu dan Krakatau, yang menurutnya tak sedikit bangunan permanen masyarakat menutup bagian atas drainase, sehingga sulit dibersihkan.

“Ya saya berharap agar pemilik bangunan bisa bekerja sama dengan kami apabila ada pekerjaan, baik swakelola pembersihan drainase ataupun pekerjaan fisik. Juga jangan membuang sampah ke drainase, karena yang akan terkena dampaknya adalah seluruh pihak,” pungkas Fairid. rgb

-
-
-