Selain itu, lebih jauh dikatakan Bupati, kita juga harus fokus dalam upaya percepatan penurunan stunting pada balita. Sebab hal itu juga merupakan satu program prioritas pemerintah, di mana target nasional pada tahun 2024 prevalensi stunting turun hingga 14 persen.
“Dalam kehidupan masyarakat, kita masih sering berpikir bahwa kondisi tubuh anak yang lebih rendah/pendek (kerdil) dari standar usianya seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya,” jelasnya.
Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan dan pelayanan kesehatan.
“Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Ketiga hal tersebut menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Tentunya membutuhkan kerja sama dari seluruh lapisan pemerintahan, dimulai dari seluruh pemerintah desa hingga pemerintah daerah harus bahu-membahu bekerja dan mencari solusi dari setiap tantangan yang kita hadapi terlebih di tahun 2023 nanti,” katanya. c-kar











