-
Spirit Kalteng

24.684 Warga Palangka Raya Terdampak Banjir

34
×

24.684 Warga Palangka Raya Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/RONNNY GUNTUR KEMANUSIAAN -Tim relawan mengevakuasi lansia korban banjir di belakang Kantor Perumdam Jalan A Yani Gang Sepakat, Kelurahan Langkai. Evakuasi dramatis tim seraya menerjang air dengan kedalaman hingga 80 cm menggunakan tandu.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kenaikan debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan dan Rungan yang mengitari Kota Palangka Raya hingga menyebabkan banjir di belasan kelurahan, belum menunjukkan adanya penurunan. Hujan yang melanda hampir setiap hari, kini semakin menambah luas kawasan permukiman yang tergenang. Hingga Senin (21/11) sore, tercatat ribuan masyarakat yang terdampak.

Emi Abriyani, Kepala BPBD Kota Palangka Raya, menuturkan, sedikitnya ada 6.631 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 24.684 jiwa yang harus menjadi korban banjir di puncak musim penghujan kali ini. Sebanyak 3.698 rumah masyarakat yang tersebar di 17 kelurahan tergenang air dengan ketinggian mulai dari 30 hingga 60 cm.

Wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak ada di Kelurahan Palangka dengan total 10.768 jiwa dan 751 rumah serta Kelurahan Langkai, dengan total 4.923 jiwa dan 1.282 rumah.

“Ketinggian air masih belum terpantau turun. Hujan deras beberapa hari terakhir turut menambah debit air yang merambat hingga ke pemukiman masyarakat di tepi sungai. Puluhan KK juga telah mengungsi di beberapa posko pengungsian yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota karena kondisi air yang menyulitkan mereka beraktivitas. Sebagian sekolah yang berada di Kelurahan Pahandut Seberang dan Tumbang Rungan juga terpaksa diliburkan karena tak memungkinkan adanya kegiatan belajar mengajar, di samping faktor keselamatan masyarakat juga,” kata Emi, Senin (21/11).

Guna menjamin kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak banjir, seperti makanan dan obat-obatan, pihaknya terus melakukan penyaluran bantuan, baik melalui posko lapangan dan dapur umum maupun memberikan secara langsung bagi masyarakat yang masih bertahan di rumahnya masing-masing.

“Bapak Wali Kota pada Minggu malam kemarin juga sempat menjenguk seluruh pengungsi yang ada di posko pengungsian, guna menjamin kebutuhan mereka yang didominasi oleh lansia dan anak-anak tetap terpenuhi selama mengungsi. Bantuan, baik dari pemerintah maupun pihak lainnya, terus kami salurkan kepada korban banjir ini. Sedangkan untuk tenaga kesehatan, mereka selalu standby di posko untuk memantau kesehatan masyarakat terdampak banjir,” bebernya.

Lansia Dievakuasi

Emi mengatakan, pada Minggu (20/11) sore, BPBD Kota Palangka Raya bersama tim relawan melakukan evakuasi terhadap salah satu lansia korban banjir yang bermukim tepat di belakang Kantor Perumdam Jalan A Yani Gang Sepakat, Kelurahan Langkai. Hermen Anton, lansia berusia 80 tahun dievakuasi dramatis oleh tim seraya menerjang air dengan kedalaman hingga 80 cm menggunakan tandu.

Sesampainya di rumah yang bersangkutan, tim kesehatan dari Puskesmas Marina Permai segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Begitu selesai, Hermen Anton segera dinaikkan ke atas tandu dan digotong oleh para relawan dengan kembali menerobos genangan banjir  dan langsung dibawa dengan menggunakan ambulan untuk segera dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus.

“Kami melakukan evakuasi ini karena memang dari permintaan keluarga. Mengingat beliau memiliki riwayat penyakit jantung, kami langsung bertindak cepat dan membawanya ke rumah sakit terdekat dengan didampingi oleh pihak kelurahan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Langkai Sri Wanti mengimbau masyarakatnya, terutama yang berada di kawasan banjir, serta masih bertahan di rumah untuk tetap waspada dan berhati-hati. Terutama bagi mereka yang memiliki anak kecil agar selalu diawasi guna menghindari kejadian yang tak diinginkan.

“Terus pantau anggota keluarga. Selalu matikan alat elektronik yang dinilai berbahaya dan dekat dengan permukaan air, dan bagi yang mengungsi kami ingatkan untuk selalu meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci dan laporkan kepada petugas keamanan agar senantiasa diawasi,” katanya. rgb

-
-
-