-
Spirit Kalteng

INDONESIA EMAS 2045-Teras: Organisasi Mahasiswa Wadah Pengkaderan

44
×

INDONESIA EMAS 2045-Teras: Organisasi Mahasiswa Wadah Pengkaderan

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA WADAH PENGKADERAN- Anggota DPD RI Dapil Kalteng, Agustin Teras Narang, hadir sebagai narasumber pada kegiatan webinar yang dilaksanakan oleh LKMM-TM BEM UPR, Rabu (7/12) via zoom meeting
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, hadir sebagai narasumber pada kegiatan webinar yang dilaksanakan oleh LKMM-TM Badannya Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR), Rabu (7/12) via zoom meeting. Tema yang diangkat dalam webinar itulah Menyiapkan SDM Pemuda yang Unggul dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045.

Ada sejumlah hal, kata Senator Kalteng ini, yang harus dipahami oleh generasi muda, khususnya mahasiswa dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Revolusi industri 4.0, Society 5.0, dan disusul pandemi Covid-19 muncul, membuat dunia mengalami disrupsi. Perubahan besar dan cepat ini mendorong terjadinya shifting atau pergeseran besar kehidupan masyarakat global. Belum lagi situasi geopolitik dan ketegangan antar bangsa seperti Rusia versus Ukraina hingga China versus Taiwan telah mendorong dunia menuju krisis hebat yang memaksa para pemimpin dunia mesti super waspada.

Tantangan, jelas Teras Narang, seperti Health (Kesehatan), Education (Pendidikan), Food (Pangan), Fuel (Energi), Financial (Keuangaan/Pembiayaan), dan Forestry (Kehutanan), atau lebih dikenal dengan istilah HE4F, adalah kondisi yang akan dihadapi kedepan. konteks Indonesia, tantangan ini makin nyata dengan hadirnya Bonus Demografi 2045 yang juga momen Indonesia Emas 2045.

Khusus bagi kaum muda, urai Anggota Komite II DPD RI ini, organisasi kemahasiswaan sebagai ruang belajar dan bertumbuh serta meningkatkan kapasitas diri sangat berperan dalam melahirkan menyiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter untuk menjadi bagian penting dalam Indonesia Emas 2045.

”Organisasinya kemahasiswaan perlu mendesain program kerjanya bukan sebagai tempat berhimpun individu semata, tapi tempat berhimpunnya potensi yang perlu dikembangkan. Maka organisasi kemahasiswaan perlu menjadi organisasi kader. Kader adalah individu terlatih, berkarakter, dan spesialis. Berbeda dari kebanyakan orang dan disiapkan melalui program-program pengembangan terbaik,” kata Gubernur Kalteng Periode 2005-2015 ini dalam paparannya.

Merujuk pada Indonesia Emas 2045 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), lanjut Teras Narang, ada 4 pilar pembangunan Indonesia Emas 2045. Pertama Pembangunan Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Kemudian, Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan, dan Pemerataan Pembangunan, serta yang terakhir Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan.

Menyikapi 4 pilar itu, kata Teras Narang, dibutuhkan kepemimpinan.

Kepemimpinan adalah proses yang berkelanjutan dan tak berkesudahan. Maka perlu disiapkan desain program demikian dalam organisasi kemahasiswaan. Terlebih untuk melahirkan kepemimpinan transformatif, maka tak cukup pengetahuan sebagai modal. Lebih dari itu dibutuhkan juga karakter dan keterampilan.

”Saya kerap meringkas karakter sumber daya manusia Kalteng yang kita perlukan sebagai karakter HUMA BETANG. Merujuk pada filosofi Huma Betang dan pengayaan akan ciri manusia Kalteng.Karakter yang HUmanis atau berkemanusiaan, MAju atau juga dapat diartikan sebagai visioner/berpikir jauh ke depan, BErani jujur/berintegritas dan tentu saja kritis, serta TANGgung jawab dalam setiap pilihan maupun pekerjaannya. Karakter ini, generasi muda termasuk mahasiswa diharapkan siap berkompetisi sekaligus berkolaborasi,” tambah Teras Narang.

Karakter ini, tegas Teras Narang, sesuatu yang terlihat di dalam pribadi kita. Namun membedakan kita dari pribadi lain di luar Kalteng. Berbicara kepemimpinan dan karakter, tentunya berbicara individu.  Selain apa yang terlihat dalam pribadi kita, juga perlu terlihat apa yang keluar dari diri kita berupa keterampilan. Keterampilan adalah kemampuan spesifik dalam mengerjakan sesuatu. Semakin banyak kemampuan kita dalam mengerjakan sesuatu, semakin besar peluang kita menjadi pemimpin.

Ada 3 hal, urai Teras Narang, keterampilan yang diperlukan pada abad ini merujuk pada World Economic Forum. Literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Literasi dasar adalah kemampuan menggunakan care skills untuk kehidupan sehari-hari. Kompetensi adalah kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan. Dan terakhir karakter adalah kemampuan menghadapi perubahan pesat pada lingkungan.

Memiliki pengetahuanku, ungkap Teras Narang, akan tantangan serta kondisi kekinian dunia, negara, dan daerah kita merupakan keharusan. Memiliki karakter dan keterampilan unggul merupakan peran kita bersama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. BEM UPR dalam kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, perlu menajamkan arah kegiatannya pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang berkarakter dan berketerampilan unggul. Memanfaatkan perkembangan teknologi digital, berbagai program bisa digelar untuk meningkatkan keterampilan yang diharapkan. Salah satunya seperti seminar ini. Syukur bila berbagai pelatihan bisa digelar secara intensif dan berkelanjutan.

”Amun dia wayah tuh, pea hindai?

Amun dia itah, eweh hindai? (Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau tidak kita, siapa lagi?),” tutup Teras Narang.ded

-
-
-