Palangka Raya

Harga Jagung Manis Jelang Tahun Baru Naik

30
×

Harga Jagung Manis Jelang Tahun Baru Naik

Sebarkan artikel ini
SIAP DIJUAL - Lurah Kalampangan, Yunita Martina bersama anggota DPRD Kota Palangka Raya Heri Purwanto saat memantai hasil panen jagung milik warga setempat yang siap dijual untuk perayaan Tahun Baru, kemarin. 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tahun baru 2023, tinggal hitungan jam. Banyak masyarakat yang merayakannnya dengan berbagai kegiatan berkumpul bersama keluarga hingga teman-teman, untuk sekedar menghabiskan waktu bersama. Membakar jagung, bisa dikatakan salah satu tradisi tak resmi masyarakat Kota Palangka Raya dalam merayakan detik-detik pergantian tahun.

Kelurahan Kalampangan, merupakan salah satu wilayah terbesar di Kota Cantik untuk penghasil jagung manis. Mayoritas jagung-jagung manis yang dijual menjelang tahun baru, bisa dipastikan berasal dari kawasan yang hanya berjarak sekitar 25 km dari pusat kota.

Lurah Kalampangan, Yunita Martina belum lama ini melakukan pengecekan ketersediaan jagung manis serta harga di kelurahan setempat. Berdasarkan hasil kunjungannya, Yunita mengatakan pada tahun ini harga jagung asal Kelurahan Kalampangan mengalami kenaikan harga.Dimana pada tahun lalu harga jagung perikatnya Rp 25 ribu  di jual pada tingkat petani, pada tahun ini naik menjadi Rp 35 ribu.

“Harga jagung mahal ini akibat pada tahun ini petani jagung di Kelurahan Kalampangan mengalami tiga kali gagal panen akibat banjir. Sedangkan hanya dua RW atau 40 persen petani saja yang bisa menanam jagung,” ungkapnya kemarin.

Sementara itu petani jagung yang berada di Jalan Petruk, Kelurahan Kalampangan, Nur Suraini mengatakan jika salah satu faktor penyebab naiknya harga jagung bukan hanya akibat dampak banjir saja, akan tetapi harga pupuk yang saat ini juga cukup mahal. Jika biasanya satu karung pupuk Phonska kemasan 50 Kilogram seharga Rp 120 ribu, maka sekarang harganya naik hingga Rp 300 ribu. Sedangkan untuk pupuk urea harganya Rp 550 ribu per karungnya.

“Selain mahal, pupuk ini juga bisa dikatakan langka. Sedangkan untuk kualitas jagung yang prima dan baik itu takaran pupuknya tidak bisa di kurangi bahkan dari hingga masa tanam hingga menjelang panen perlu empat kali proses pemupukan,” tuturnya.

Nur menambahkan, untuk harga jagung eceran saat ini mulai dari harga Rp 40 ribu per ikatnya dengan isi 10 jagung per ikat, bahkan di tanggal 30 dan 31 nanti harga jagung eceran diperkirakan naik hingga Rp 50 ribu per ikat.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Partai Hanura Heri Purwanto mengatakan, mahalnya pupuk untuk menanam jagung ini dikarenakan, jagung sendiri tidak masuk sembilan komoditas yang disubsidi pupuknya sehingga harganya meningkat tajam. Adapun tanaman yang disubsidi pupuknya oleh pemerintah pusat adalah padi, jagung (untuk pakan), kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kalau dan kopi rakyat.

“Kita sudah sampaikan hal ini ke pemerintah kota, semoga bisa di teruskan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, sehingga masalah pupuk di Kota Palangka Raya bisa di atasi, sebagai bentuk perhatian kita kepada petani,” pungkasnya. rgb

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *