Palangka Raya

Polemik Larangan Permainan Lato-lato di Sekolah Palangka Raya

13
×

Polemik Larangan Permainan Lato-lato di Sekolah Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Polemik Larangan Permainan Lato-lato di Sekolah Palangka Raya
LATO LATO

Kadisdik: Bila Mengganggu Silakan Ambil Tindakan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Lato-Lato sedang viral sekarang ini. Saking viralnya, permainan ini sampai dimainkan oleh berbagai kalangan. Umumnya, permainan ini dimainkan oleh anak-anak setingkat Sekolah Dasar (SD), dan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Maraknya permainan ini, membuat sejumlah sekolah mengambil kebijakan.

Revy Fitrianty, guru kelas 4 SDN Palangka Raya kepada Tabengan, Jumat (6/1), mengaku dirinya juga adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak yang juga sedang menggandrungi mainan tersebut, hal tersebut menimbulan kekuatiran.
“Menurut saya selaku orang tua permainan lato-lato untuk saat ini berdampak negatif karena hampir sama seperti hp, hingga bisa membuat anak lupa akan tugas nya hanya untuk bermain lato-lato saja,” kata Revy.
Untuk itu, Revy mengimbau, bagi anak- yang masih awam atau tidak begitu memahami permainan lato-lato amat sangat penting untuk didampingi
“Permainan lato-lato ini cocok untuk anak seusia SMP atau SMA karena mungkin mereka bisa mengembangkan permainan ini menjadi sebuah ajang untuk saling menunjukan kebisaan dan juga sebagai wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri,” kata Revy.
Sementara itu, salah seorang guru di SDN 1 Langkai, Elvia T.T Asang mengatakan di SDN 1 Langkai sudah melarang murid-muridnya bermain lato-lato, dan hal tersebut dipertegas oleh Alpian, Kepsek SDN 1 Langka, bahwa SDN 1 Langkai memang melarang larang anak-anak untuk membawa dan memainkan di sekolah.
“Meskipun permainan ini melatih keseimbangan motorik anak, tetapi kalau dibawa kesekolah bisa menggangu fokus anak terhadap pelajaran dan juga suara yanh ditimbulkan sangat bising dan mengganggu,” bebernya, Jumat malam.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, ketika dikonfirmasi Tabengan Jumat (5/1) malam mengatakan, sekolah diberikan kewenangan untuk mengambil kebijakan berkenaan dengan permainan lato-lato ini. Apabila memang permainan ini mengganggu proses belajar mengajar, silakan mengambil tindakan yang diperlukan.

Bila ternyata mengganggu, tegas Jayani, silakan melarang para siswa untuk membawa lato-lato ke sekolah. Tindakan ditingkat sekolah diberikan kesenangan mengambil tindakan berupa larangan, apabila mengganggu proses belajar mengajar.

”Ditingkat dinas masih belum ada larangan terkait hal itu. Sampai sekarang ini, belum ada keluhan yang disampaikan pihak sekolah kepada dinas. Dinas umumnya baru mengeluarkan kebijakan larangan, apabila kondisinya memang sangat masif mengganggu sekolah-sekolah yang ada di Palangka Raya,” kata Jayani, saat dikonfimasi terkait langkah Dinas Pendidikan Palangka Raya terkait dengan permainan lato-lato yang dibawa anak-anak ke sekolah, Jumat malam di Palangka Raya.

Dinas, lanjut Jayani, mengambil kebijakan tentunya juga memperhatikan berbagai aspek. Bagaimanapun, viralnya lato-lato tentu memberikan dampak positif bagi para pedagang. Kendati demikianlah, bagi dunia pendidikan jangan sampai keberadaan lato-lato mengganggu proses belajar mengajar.

Sekolah yang melarang lato-lato dibawa ke sekolah, ungkap Jayani, Dinas Pendidikan Palangka Raya mendukung. Artinya, pihak sekolah menilai bahwa keberadaan permainan tersebut memang mengganggu, sehingga dirasa perlu untuk mengambil kebijakan larangan membawa lato-lato ke sekolah.ded/dsn