Setelah pemanggilan staf, sejumlah agenda kegiatan lainnya sudah direncanakan untuk digelar, rapat pleno untuk pemilihan Plt. Namun untuk melaksanakan semua rencana kegiatan tersebut dirinya masih melihat anggaran yang ada dan dia berharap ada solusinya.
“Sampai sekarang tidak ada anggaran. Memang kita sudah mengajukan anggaran gelondongan ke pemerintah daerah dan sampai sekarang masih proses, dana itu untuk pembinaan Cabor, Porprov, pra PON dan PON. Saya sebagai Ketua Harian dan Pelaksana Tugas Ketua Harian KONI Kalteng bertanggung jawab itu,” imbuh Sancho.
Menurut Sancho, staf diberhentikan pada 30 Desember 2022, bahwa berdasarkan Surat Keputusan (SK) memang kontrak sudah habis. Namun dalam proses pemberhentian ada surat ucapan terima kasih, Sancho menegaskan surat tersebut ada indikasi pelanggaran wewenang dan hal ini akan ditindak lanjutkan ke Kepolisian, termasuk kegiatan lainnya yang mengatasnamakan Plt ketua umum KONI akan dilaporkan ke aparat penegak hukum. yml











