PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rancangan APBD Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2027 mulai memasuki tahap pembahasan serius. Salah satu perhatian utama DPRD bukan hanya pada besarnya anggaran yang dirancang, tetapi juga kemampuan pemerintah kota merealisasikan target pendapatan yang dipatok cukup tinggi.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kota Palangka Raya, Senin (5/10/2026). Rapat tersebut beragendakan penyampaian pemandangan umum delapan fraksi DPRD terhadap pidato pengantar Wali Kota mengenai Nota Keuangan Rancangan APBD 2027.
Ketua DPRD Palangka Raya Subandi mengatakan, seluruh delapan fraksi telah menyampaikan pandangan umum yang memuat berbagai catatan, mulai dari sektor pendapatan, belanja hingga sejumlah masukan bagi pemerintah kota.
“Delapan fraksi DPRD telah menyampaikan pandangan umumnya, baik itu menyangkut pendapatan, belanja maupun hal-hal lainnya,” katanya.
Menurutnya, seluruh masukan tersebut selanjutnya akan dijawab pemerintah kota dalam rapat paripurna berikutnya. Setelah itu, pembahasan akan berlanjut di Badan Anggaran DPRD untuk menguji lebih detail berbagai target yang tercantum dalam rancangan APBD.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah proyeksi pendapatan daerah 2027 yang dipatok sekitar Rp1,4 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan proyeksi pendapatan pada 2026 yang berada di kisaran Rp1,2 triliun.
Kenaikan lebih besar terlihat pada target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah kota memproyeksikan PAD 2027 mencapai Rp509 miliar, naik dari sekitar Rp339 miliar pada 2026.
Lonjakan tersebut dinilai perlu dikaji secara mendalam agar target yang ditetapkan tidak sekadar tinggi di atas kertas, tetapi benar-benar memiliki dasar perhitungan dan potensi penerimaan yang jelas.
“PAD-nya dari Rp339 miliar naik menjadi Rp509 miliar. Itu nanti kita akan perdalam, apakah target-target tersebut realistis atau tidak,” jelas Subandi.
DPRD, lanjutnya, akan mencermati sumber-sumber pendapatan yang menjadi dasar penetapan target tersebut. Jika perhitungannya realistis dan didukung potensi pendapatan yang kuat, DPRD memastikan akan mendukung upaya pemerintah kota meningkatkan kemampuan fiskal daerah.
“Manakala itu sudah realistis dengan pos-pos pendapatan yang ada, tentu kita akan mendukung langkah pemerintah kota untuk menaikkan pendapatan tersebut,” tegasnya.
Selain rancangan APBD 2027, DPRD juga menyoroti realisasi APBD berjalan. Subandi mendorong Pemko Palangka Raya mempercepat realisasi pendapatan maupun belanja agar pelaksanaan program tidak menumpuk di penghujung tahun.
Ia menilai percepatan perlu dilakukan sejak sekarang, baik untuk meningkatkan pendapatan secara umum maupun PAD, sekaligus memastikan belanja pemerintah berjalan sesuai rencana.
“Kita mendorong kepada pemko segera melakukan langkah-langkah konkret untuk melakukan percepatan, baik itu pendapatan secara umum maupun pendapatan asli daerah dan belanja,” ujarnya. nws/fwa-red











