PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran tidak hanya menerima laporan mengenai kondisi warga, tetapi turun langsung menemui masyarakat dan memastikan bantuan pemerintah disalurkan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah. Setelah sebelumnya menyambangi warga Kelurahan Kalampangan, bantuan kemudian dilanjutkan ke Kelurahan Palangka, kawasan Kompleks Mendawai.
Bantuan yang disalurkan mencakup Bantuan Sosial Tunai (BST) maupun bantuan non-tunai melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), serta bantuan pangan bagi masyarakat yang terdampak karhutla dengan jumlah penerima KHBS sebanyak 1524 KPM, sedangkan bantuan pangan sebanyak 300 KPM.
Mewakili Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, kehadiran gubernur di tengah masyarakat merupakan bentuk perhatian langsung pemerintah daerah terhadap kondisi warga yang sedang menghadapi dampak karhutla.
Menurut Linae, Gubernur Agustiar sengaja hadir dan bertemu langsung dengan masyarakat, bukan sekadar mengandalkan laporan mengenai kondisi di lapangan.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian dari kepala daerah kita, Bapak Gubernur Kalimantan Tengah, kepada masyarakat. Beliau bukan hanya mendengar laporan mengenai karhutla, tetapi hari ini langsung hadir bertemu dengan Bapak dan Ibu semua,” ujar Linae.
Ia menjelaskan, KHBS merupakan salah satu program prioritas Gubernur Kalteng yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial.
Di Kelurahan Kalampangan, ratusan warga menerima bantuan melalui program tersebut. Selain bantuan tunai, pemerintah juga memberikan bantuan pangan khusus bagi masyarakat yang terdampak karhutla.
Dukungan bagi warga juga dilengkapi dengan bantuan air bersih, air minum, vitamin dan masker.
Sekda Kalteng Linae juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan bantuan tersebut sekaligus menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak asap karhutla.
“Bapak Ibu semua perlu memakai masker untuk melindungi diri dari udara yang kotor akibat kebakaran. Partikel yang terhirup bisa berbahaya bagi pernapasan. Karena itu, masker dipakai dan vitamin yang dibagikan diminum. Yang pasti, kesehatan harus dijaga,” katanya.
Selain memastikan bantuan sosial sampai kepada masyarakat, pemerintah juga mengajak warga terlibat dalam pencegahan karhutla.
Linae menyampaikan pesan Gubernur agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, terlebih ketika kondisi kemarau dan rawan kebakaran seperti saat ini.
“Kalau ada yang dengan sengaja atau tidak sengaja mau membersihkan lahan dengan membakar pada saat suasana seperti ini, tidak boleh. Kita semua harus bersama-sama mencintai lingkungan Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Menurut dia, upaya mencegah karhutla juga berkaitan dengan keberlangsungan pembangunan daerah. Penanganan bencana membutuhkan sumber daya yang besar sehingga pencegahan menjadi tanggung jawab bersama.
Sekda Kalteng menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalteng, tetap berkomitmen menjalankan pembangunan meskipun saat ini harus menghadapi berbagai dampak akibat karhutla dan kemarau.
“Segala upaya kami di Pemprov di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, kita semua tetap berupaya bersama-sama untuk pembangunan di Kalimantan Tengah agar terus berjalan dengan baik,” ujarnya.
Rangkaian penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang menghadapi situasi sulit akibat karhutla dan kemarau.
Lebih lanjut, pesan dari Gubernur H Agustiar Sabran, Linae mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.
“Pemerintah hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga untuk bersama-sama menjaga agar persoalan seperti karhutla dapat kita cegah. Mari kita saling peduli, menjaga lingkungan dan bergotong royong agar Kalteng tetap aman, sehat, serta pembangunan terus berjalan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga membuka ruang dialog dengan masyarakat. Kehadiran jajaran Pemprov Kalteng bersama perangkat daerah diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendengar secara langsung kondisi dan kebutuhan warga di tengah situasi karhutla. mak/fwa-red.











