PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Sebuah rumah kosong yang berada di Jalan Putri Junjung Buih III, tepatnya di Gang Mangkusari, Kelurahan Langkai, terbakar pada Jumat (12/6/2026) malam.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar setelah muncul suara mencurigakan dari arah rumah yang terbakar.
Salah seorang warga sekaligus tetangga rumah, Hilda (28), mengaku awalnya mengira suara tersebut berasal dari keributan warga.
“Saya mendengar suara berisik seperti ada yang melempar batu di sekitar rumah sebelah. Saya kira ada orang bertengkar atau sedang ribut. Saat suami saya keluar untuk melihat, tetangga sudah memberitahukan bahwa ada kebakaran,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, rumah yang terbakar merupakan bangunan yang sudah lama tidak dihuni. Saat mengetahui adanya api, warga langsung berupaya menyelamatkan barang-barang dari rumah di sekitar lokasi agar tidak terdampak kebakaran.
“Alhamdulillah rumah saya tidak terbakar. Tetangga-tetangga langsung membantu mengeluarkan barang-barang sebagai antisipasi agar tidak terkena api,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, ketika pertama kali terlihat, kobaran api masih relatif kecil. Namun keterbatasan sarana pemadaman membuat api dengan cepat membesar.
“Waktu saya lihat, apinya masih kecil. Saat itu warga sedang menghubungi pemadam kebakaran. Warga juga ada yang mencoba memadamkan dengan air seadanya, tetapi sulit karena selang tidak sampai ke lokasi dan air yang digunakan terbatas, sehingga api terus membesar,” jelasnya
Sementara itu, Kabid Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya Alfrianto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran melalui kanal WhatsApp Emergency Response Palangka Raya dan layanan darurat 112.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Disdamkarmat Kota Palangka Raya segera mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran beserta sekitar delapan personel ke lokasi kejadian.
Berdasarkan data yang diperoleh petugas, bangunan yang terbakar merupakan rumah kosong milik Yulita. Menurut keterangan keluarga, rumah tersebut sudah tidak ditempati sejak 2018 karena pemilik saat ini berdomisili di Kabupaten Gunung Mas
Saat petugas tiba di lokasi, kondisi bangunan sudah dalam keadaan terbakar sehingga fokus utama dilakukan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada sangat berdekatan.
“Ada dua rumah di sekitar lokasi yang terdampak secara langsung akibat kedekatan dengan titik kebakaran. Namun kedua rumah tersebut tidak sampai terbakar. Saat proses pemadaman, petugas harus melakukan berbagai upaya untuk mencegah api merambat, termasuk naik ke bagian atap bangunan sekitar,” sebutnya.
Alfrianto menerangkan bahwa bagian bangunan yang paling banyak dilalap api berada pada bagian atas atau atap rumah. Sementara kondisi bagian dalam rumah masih belum dapat dipastikan secara rinci karena proses pendataan masih berlangsung.
Ia juga menegaskan pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.
“Saat kami tiba di lokasi, kondisi rumah sudah dalam keadaan terbakar. Untuk penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan akan menjadi kewenangan pihak kepolisian, khususnya tim Inafis, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Ia menambahkan, hasil keterangan dari keluarga pemilik rumah, aliran listrik di bangunan tersebut sudah tidak aktif. Meski demikian, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai sumber api sebelum hasil penyelidikan resmi dari Kepolisian dikeluarkan.
Berdasarkan pantauan Tabengan dilapangan, proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit hingga kobaran api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut masih belum diketahui. Petugas Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan faktor yang menyebabkan bangunan kosong tersebut terbakar. dte/fwa-red











