+Fairid: Terima Kasih Warga Palangka Raya
JAKARTA/TABENGAN.CO.ID – Masyarakat Kita Palangka Raya patut berbangga, akhirnya Kota Palangka Raya kembali memperoleh Tropi Penghargaan Adipura Kementerian Lingkungan Hidup.
Tropi diterima langsung oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di Jakarta, Selasa (28/2).
Saat dibincangi awak media, Fairid Naparin menuturkan bagaimana Kota Palangka Raya setelah 26 tahun bisa kembali memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.
Disebutkan Fairid, bahwa yang pertama-tama adalah menyeragaman pemahaman bahwa Adipura bukan hanya persoalan mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja. Tetapi Adipura adalah tentang bagaimana sistem pengelolaan sampah yang ada di TPA dan, atau pengurangan sampah yang ada di Kota Palangka Raya.
Dikatakannya, bahwa sejak Pandemi Covid melanda, Pemerintah Kota secara perlahan memulai bagaimana cara menangani dan mengelola persoalan sampah dengan melakukan penataan TPA.
“Tidak ada timbunan, tidak ada open dumping jadi tertutup, mulai dari infrastruktur, jalanan kita hijaukan. Di TPA sendiri kita melakukan penambahan alat-alat, tadinya 1 eksavator sekarang 3, penambahan truck dan lainnya. Termasuk dengan gas metan yang dihasilkan sampah tersebut kita salurkan untum perumahan-perumahan yang ada di sekitaran TPA di Kota Palangka Raya,” bebernya.
Kemudian, disebutkannya pula. Setelah melakukan penataan TPA, pihak Pemerintah Kota beserta jajarannya melakukan konsultasi dengan Kementerian LHK.
“Jadi tidak selesai hanya TPA saja, akan tetapi nilai yang cukup penting adalah bagaimana mengurangi timbunan sampah yang diantar ke TPA. Jadi dari masyarakat sampah rumah tangga disaring dulu atau langsung diangkut ke TPA. Alhamdulilah Kota Palangka Raya secara nasional di angka 20-21 persen. Pengurangan sampah timbunan diangka 26 persen. Jadi dari TPA hulu-hilir harus tertangani. Sekali lagi, pemahaman Adipura ini, tidak hanya sampah dari masyarakat diangkut, dibersihkan kirim ke TPA, itu bukan,” tegasnya.
Wali Kota termuda se-Kalimantan itu, juga menyebutkan bahwa pengelolaan sampah yang terorganisir yang dilakukan Kota Palangka Raya ini sebenarnya sudah berjalan hampir 3 tahun pengelolaan. Tentu keterlibatan masyarakat Palangka Raya juga hal yang utama. Mulai dari mengedukasi, memberi pemahaman, informasi kepada masyarakat bagaimana untuk membuang sampah dengan baik dan benar.
Disadarinya, dalam hal tersebut memang masih belum maksimal, tetapi bagi Fairid yang terpenting adalah upaya pengelolaan sampah di Palangka Raya sedang mengalami progress yang sangat baik.
“On the track sistem pengelolaan sampah yang diinginkan oleh pemerintah pusat, karena juga termasuk indikator penilaian Adipura. Selain itu perda penggunaan kantong plastik secara sisi administrasinya, dan dilapangan mengajak masyarakat untuk memahami dan mencintai lingkungan kita,” ujarnya lagi.
Kembali ditegaskannya juga, dengan semakin berkembangnya Kota Palangka Raya, juga diikuti pertumbuhan jumlah penduduk dan ekonomi, sehingga persoalan pengelolaan sampah juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
“Kota Palangka Raya sejak masa Covid-19 pertumbuhan menjadi cepat, artinya dengan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, maka akan bengkak biaya-biaya persampahan, termasuk operasional, penambahan sarpras akan membengkak, dan akhirnya APBD tersedot untuk operasional, sehingga pembangunan infrastruktur sempat terhambat,” tandas.
Dengan mengajak masyarakat bijak membuang sampah, kata Fairid, berarti juga membantu pemerintah dalam menekan anggaran operasional pengelolaan sampah. Sehingga hasil efisiensi tersebut dapat dirasakan kembali oleh masyarakat. Sebagai contoh untuk drainase, jalan dan lainnya.
“Tidak lupa, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Palangka Raya yang turut menjaga kebersihan dan lingkungan, sehingga Palangka Raya semakin Cantik dan layak memperoleh Adipura,” ujarnya bangga. dsn











