“Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam penyeberangan, dilakukan dengan mengurangi muatan, melengkapi alat-alat Keselamatan dan mematuhi tonase yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Untuk kapal Ro-ro KMP Drajat Paciran, sambung Supriyadi, diminta mengurangi mengangkut truk, namun lebih mendahulukan mengangkut penumpang dan kendaraan keluarga. Untuk roda 2 menurutnya jangan mengangkut muatan full.
“Dalam rapat ini semua saling mendukung pak, seperti GM Pelindo mendukung dan berkontribusi dalam menyiapkan spanduk dan kelengkapan lainnya untuk memeriahkan posko. Dan KSOP menyediakan ruang tunggu yang representatif, untuk meningkatkan kebersihan dan penerangan, tempat ibadah, ruang pemeriksaan kesehatan dan MCK Pelabuhan dan dipikirkan tempat parkir alternatif apabila parkiran yang ada dipakai untuk HELIPAD,” beber Supriyadi.
Lebih lanjut, para Camat yang terdapat pelabuhan di wilayahnya telah mendukung dan siap berkontribusi peningkatan pelayanan arus mudik/arus balik seperti membangun posko terutama menghadapi arus mudik atau arus balik.
“Khusus Pelabuhan Mintin-Anjir untuk parkir tidak diizinkan menggunakan bahu jalan, karena sangat membahayakan pengguna jalan lain. Jadi pemilik feri harus segera memikirkan tempat parkir alternatif yang aman dan menyiapkan petugas sesuai dengan jadwal angkutan feri. Dan untuk keselamatan berlayar kepada pemilik Kapal untuk monitor cuaca dan arus lintas Sungai Kahayan di Channel 12/16,” pungkasnya. c-mye











