Spirit Kalteng

Suhu Panas Akibat Kerusakan Hutan

23
×

Suhu Panas Akibat Kerusakan Hutan

Sebarkan artikel ini
Suhu Panas Akibat Kerusakan Hutan
ILUSTRASI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID Beberapa hari terakhir, cuaca di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng), mengalami panas yang cukup ekstrem. Gelombang panas atau heatwave ini, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ini tidak melanda Indonesia, hanya sebatas kenaikan suhu.

Direktur Eksekutif Save Our Borneo (SOB) Habibi menegaskan, terlepas dari kenaikan suhu di Indonesia akibat heatwave yang sekarang melanda Asia, ini adalah bukti nyata betapa pentingnya keberadaan hutan, terkhusus di Kalteng. Kalteng memiliki tutupan hutan yang luas, namun perlahan terkikis akibat investasi bidang pertambangan, perkebunan dan perkayuan.

Heatwave yang melanda Asia, berdampak pada kenaikan suhu di Indonesia, khususnya Kalteng, bukti sedang terjadi krisis lingkungan. Krisis lingkungan terbukti nyata dengan makin sedikitnya tutupan hutan di Kalteng. Ini menjadi nyata bahwa krisis lingkungan dan krisis iklim sedang terjadi dan harus dihadapi,” kata Habibi, saat menyampaikan tanggapannya terkait dengan kenaikan suhu di Indonesia, khususnya Kalteng akibat heatwave.

Melihat dari data BMKG, lanjut Habibi, ada 2 daerah yang masuk dalam wilayah dengan suhu terpanas, yakni Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, adalah 2 wilayah dengan tutupan hutan yang kritis. Apabila hutan Kalteng tidak dilakukan perbaikan, bukan tidak mungkin suhu panas akan melanda wilayah lain.

Heatwave tidak hanya persoalan fenomena semata, kata Habibi, tapi ada kontribusi lingkungan di dalamnya. Lingkungan yang terus mengalami penurunan akan berimplikasi terhadap masalah cuaca dan iklim. Sebaliknya, hutan yang mampu terjaga dengan baik, mampu menjaga cuaca dan iklim dengan baik dan normal.

Sebab itu, ungkap Habibi, kebijakan untuk melakukan pembukaan lahan di Kalteng agar dilakukan evaluasi. Jangan sampai, tutupan hutan di Kalteng semakin kritis, bahkan habis yang akhirnya suhu panas tersebut melanda seluruh wilayah di Kalteng. ded