PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) Tjilik Riwut menggelar Pelatihan Rutin Semester Satu di Gedung Fire Station Bandara, Kamis (22/6). Peningkatan kompetensi, penjagaan strategi lapangan serta pengujian fasilitas level of safety dalam menangani keadaan darurat yang terjadi di airport, menjadi latar belakang dari digelarnya pelatihan ini.
Ardha Wulanigara, Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II, menyampaikan, Pelatihan Semester Satu merupakan bentuk pelaksanaan dari agenda rutin yang didasari oleh Peraturan Dirjen 30 Tahun 2022 tentang Peralatan dan Standar PKPPK.
“Ada tiga yang menjadi tujuan dalam pelatihan penanganan darurat yang akan dilaksanakan. Pertama adalah people atau personel demi meningkatkan serta menjaga secara kompetensi. Kedua, proses atau yang biasa dikenal dengan penjagaan strategi lapangan menyesuaikan pada kebutuhan. Dan terakhir, uji fasilitas dalam upaya meningkatkan level of safety di Bandara Tjilik Riwut,” ungkap Ardha.
Skenario yang digunakan dalam pembelajaran kali ini adalah penggambaran mengenai bagaimana penanganan jika adanya insiden pesawat yang mesinnya terbakar lalu keluar dari runway. Dengan menggunakan metode wet training atau pelatihan basah AIRFF membentuk simulasi bagaimana menghadapi kondisi emergency baik secara accident maupun incident khususnya untuk penanganan api atau kebakaran.
“Di sini kami akan melihat bagaimana respons dan reaksi dari AIRFF mengenai insiden yang telah diskenariokan, apakah sudah sesuai sebagaimana yang telah diarahkan atau masih diperlukan adanya evaluasi lebih lanjut,” tambah EGM.
Diharapkan melalui pelaksanaan Pelatihan Semester Satu pada badan AIRFF Tjilik Riwut, pihak Angkasa Pura II bisa lebih menelisik kembali kiranya apa saja yang diperlukan dan dibutuhkan dalam peningkatan level of safety di Bandara Tjilik Riwut. rba











