Kini sudah lebih dari 15 tahun, kenapa menurutnya jalan provinsi itu dari Pulang Pisau ke Bahaur menuju Pelabuhan Bahaur belum juga diaspal.
“Kenapa jalan itu belum juga diaspal, dan ada apa? Apakah memang supaya Bahaur ini tidak fungsional, karena bersaing dengan kabupaten lain. Dan jangan-jangan karena pak Gubernurnya dari Pangkalan Bun, maka perlu Pelabuhan Kumai dan perlu Pelabuhan Sampit, dan apakah karena mau berdiri Kotawaringin Raya itu, sehingga di sini dibiarkan saja dahulu,” tegasnya.
Sesuai dengan Pancasila di sila kelima, kata Darius, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, maka pihaknya mengharapkan ada keadilan dan keadilan itu yang dituntut oleh masyarakat sekarang ini.
“Umur jalan itu bukan main, sejak tahun 1982, dan sampai sekarang berapa kalau dihitung? Artinya itu usia jalan sudah 40 tahun lebih, masa seusia itu, belum juga bisa diaspal, maskinya, sudah sepuluh tahun pun bisa diaspal, jika dilakukan peningkatan jalan,” tegasnya.
Untuk itu, tegas Darius, pihaknya selaku tokoh mssyarakat di Bumi Handep Hapakat mengharapkan semua transportasi di Kabupaten Pulpis bisa fungsional, karena begitu transportasi lancar, maka ekonomi akan meningkat.
“Coba ingat, sebelum ada Jembatan Barito dan Jembatan Sungai Pasah. Dan yang punya mobil di Kapuas itu hanya Bupati, Sekda dan Kapolres. Dandim saja waktu itu belum punya mobil, tetapi sekarang, begitu ada jalan dan jembatan kita lihat Kapuas sekarang, dalam satu rumah bisa ada tiga, empat dan lima mobil. Nah, artinya, begitu ada infrastruktur bagus maka ekonomi akan pasti meningkat,” pungkasnya. c-mye











