PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kendati berada di awal musim kemarau, cuaca di Kalimantan Tengah masih berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan/sedang pada sebagian besar wilayah.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng Renianata menjelaskan, penyebab terjadinya kemarau basah di tahun ini dikarenakan labilitas atmosfer yang sifatnya fleksibel, kadang normal kadang labil.
“Jadi sifatnya tidak bisa diprediksi, kadang harian berubah, kadang mingguan berubah. Waktunya pun bisa berubah-ubah, seperti yang terjadi saat ini, di musim kemarau, tapi labilitas atmosfernya kuat, sehingga ada hujan,” ujarnya kepada Tabengan, Jumat (21/7).
Dirinya juga menyampaikan peringatan dini cuaca di Kalteng dalam 3 hari ke depan. Menurutnya, bibit siklon tropis 98W terpantau di Laut Filipina dan pusat tekanan rendah terpantau di Vietnam bagian timur. Kelembaban udara di lapisan menengah dan atas relatif kering, sehingga mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng untuk esok hari dan lusa.
Terkait itu, pada 21 Juli ini sebagian besar wilayah Kalteng diprediksikan terjadi hujan. Sementara pada 22 Juli diprakirakan nihil, dan pada 23 Juli potensi hujan diprediksikan di sebagian besar wilayah Kabupaten Murung Raya.
Untuk itu pihaknya juga menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Serta waspada potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng.
Diimbau juga kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun. Waspada juga terhadap potensi tinggi gelombang berkisar antara 1.25-2.50 meter di wilayah perairan selatan Kalteng. “Diimbau kepada masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut,” katanya. drn











