PENDIDIKAN

UPR: 80,64 Persen Mahasiswa Baru dari Kalteng

14
×

UPR: 80,64 Persen Mahasiswa Baru dari Kalteng

Sebarkan artikel ini

+ Natalina Asi: S1 Pendidikan Kedokteran 42,34 Persen Lulusan SMA Kalteng

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Aksi damai dilakukan Aliansi Utus Dayak Mantehau (AUDM) di kantor Rektorat Universitas Palangka Raya (UPR) Jalan Hendrik Timang, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Senin, (24/7).

Dalam tuntutannya massa meminta agar UPR dapat memperjuangkan anak-anak Kalteng dengan menambah kuota jalur afirmasi di Fakultas Kedokteran yang hanya 30 persen.

Turut hadir menemui para massa aksi, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Natalina Asi MA dan Kepala Bidang Akademik Iring.

Penanggung jawab aksi, Yetro Simon, mengatakan, jika kedatangan mereka adalah keseriusan dalam menegakkan hak sebagai orang Dayak. Ia menegaskan jika aksi ini tidak ditunggangi oleh siapa pun.

“Kami meminta kepada Rektor UPR agar mengakomodir permintaan kita, yakni jalur Afirmasi yang hanya 30 persen menjadi 100 persen. Paling tidak jika tidak bisa tahun ini, bisa tahun depan,” katanya.

Yetro menerangkan tidak memprotes hasil yang sudah ada sejauh ini karena sudah sesuai dengan peraturan dari Kemendikbud.

“Harapan saya dengan Afirmasi, maka secara tidak langsung akan terjadi akomodir secara keseluruhan putra-putri kita yang masuk ke UPR. Artinya kesenjangan tidak ada dan kualitas mutu pendidikan meningkat. Apalagi Kalteng bertindak sebagai daerah penyangga IKN,” tuturnya.

BERITA BOHONG

Sedangkan Natalina Asi, menegaskan jika informasi yang beredar jika UPR menerima 92 persen mahasiswa dari luar daerah adalah berita bohong.

Adapun oknum yang menyebarkan info bahwa tahun 2023 mahasiswa dan mahasiswi di UPR isinya 93 persen dari luar daerah, adalah oknum yang tidak benar karena tidak melakukan konfirmasi dan kroscek data ke pihak UPR.

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof Dr Salampak MS melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Natalina Asi MA, mengatakan, secara kumulatif pada 2023, mahasiswa baru asal Kalteng masuk di kampus terbesar dan tertua di Bumi Tambun Bungai ini mencapai 80,64 persen.

Pernyataan itu, disampaikan Natalina Asi, dalam pers rilis penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNBP, SNBT, dan SMMPTN Barat UPR 2023, di Aula Rahan, Rektorat UPR, Senin (24/7).

“Sebanyak 80,64 persen itu tercatat adalah siswa asal SMA dan SMK di Kalteng. Di mana Prodi tercatat, yaitu Pendidikan Kedokteran S1 sebanyak 42,34 persen adalah lulusan asal SMA dan SMK di Kalteng,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Panitia Pusat SNPMB, terdapat 4.143 mahasiswa lulus di UPR, yang terbagi menjadi 1.084 dari jalur SNBP, 1.699 orang dari jalur SNBT, dan 1.360 orang dari jalur SMMPTN.

Natalina Asi menambahkan, penerimaan mahasiswa baru juga diatur secara terpadu melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2022.

Di mana Pasal 4, menyebutkan, penerimaan mahasiswa baru program sarjana maupun diploma pada perguruan tinggi negeri, selain melalui SNBP, SNBT, UTBK, juga melalui SMMPTN.

“Seluruh proses penerimaan mahasiswa baru juga di bawah pengawasan tim Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek maupun Komisi Pemberantasan Korupsi, dan dilaksanakan secara terpusat,” ucapnya Natalina Asi.

“Kita sangat-sangat mengakomodir putra-putri daerah Kalteng, bahkan untuk jalur Afirmasi sudah kami jalankan secara maksimal sesuai dengan aturan Kemendikbud RI. Tapi kita juga profesional menerima saran dari teman-teman Aliansi Utus Dayak Mantehau,” ungkapnya.

Senada, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UPR Iring menerangkan, jika permintaan massa ini akan ditampung. Pihaknya pun akan melihat aturan yang sudah ada karena jalur afirmasi UPR sudah maksimal.

“Bila mau lebih lagi, artinya harus ada kekuatan lain, UPR tidak bisa berbuat sendiri, sehingga kami secara kelembagaan merespon, menerima dan menampung aspirasi ini,” pungkasnya. fwa