Palangka Raya

Pengungsi Berharap Relokasi Tempat Tinggal Baru

26
×

Pengungsi Berharap Relokasi Tempat Tinggal Baru

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/DIDIN MENGUNGSI - Sejumlah warga RT 04/RW VIII Kawasan Flamboyan Bawah yang menjadi korban kebakaran, terpaksa mengungsi ke Gedung Olahraga di GOR KONI Sanaman Mantikei. (Tampak donatur yang menyumbangkan konsumsi bagi warga pengungsi dan diterima jajaran terkait).

+ 180 Jiwa Korban Musibah Kebakaran Flamboyan Bawah

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kebakaran hebat yang menghanguskan 29 rumah di kawasan Flamboyan Bawah RT 04/RW VIII Jalan A Yani Gang Kahanjak Belakang PDAM, Palangka Raya, Selasa (1/8) senja, menyisakan duka mendalam bagi 180 jiwa yang sebelumnya berdomisili di kawasan tersebut.

Puluhan Kepala Keluarga (KK) kini terpaksa harus mengungsi sementara di GOR KONI Sanaman Mantikei Palangka Raya. Mereka mau tidak mau, suka tidak suka mesti beraktivitas, tidur, beristirahat, bercengkerama hingga melakukan berbagai hal di dalam gedung luas bersama-sama dengan orang lain, tanpa sekat dan batas.

“Kenyamanan” pribadi yang biasanya dirasakan, kini terpaksa diabaikan sementara. Dari pantauan Tabengan di lapangan, ada sekitar 48  KK korban kebakaran yang mengungsi di GOR KONI Sanaman Mantikei. Kondisinya sendiri terlihat layaknya pengungsian sementara, dengan fasilitas darurat yang sudah disediakan pihak terkait.

Tampak beberapa warga beristirahat, bahkan tiduran di atas karpet busa tipis sebagai tempat melepas lelah. Sebagian lagi terlihat cengkerama dan berdiskusi dengan sanak saudaranya atau warga pengungsi lainnya.

Walaupun sebagian dari mereka terlihat baik-baik saja, namun tidak mampu menutup duka karena rumah yang mereka tinggali kini habis terbakar, akibat bencana kebakaran yang melanda kawasan Gang Kahanjak pada Selasa sore tersebut.

Di sudut lain, sejumlah relawan hingga petugas dari BPBD dan unsur lainnya, sibuk membantu berbagai keperluan dan kebutuhan pengungsi. Ada juga dapur umum dadakan untuk keperluan konsumsi  dan pos kesehatan yang disediakan bagi kesehatan warga pengungsi.

Salah seorang warga bernama Saprudin menuturkan, para warga pengungsi sebagian besar masih dalam kondisi sehat. Dirinya mengakui memang bukan hal yang mudah bagi warga yang kehilangan tempat tinggalnya.

Saprudin menceritakan sedikit terkait bencana kebakaran itu terjadi, penyebabnya diduga akibat berbagai faktor.

“Ada yang bilang akibat kompor meledak, lalu ada info juga karena korsleting, yang kami dan warga tahu api sudah membesar dan menghanguskan rumah warga,” ujarnya kepada Tabengan di lokasi pengungsian, GOR KONI Sanaman Mantikei.

Saprudin menceritakan, awal mula bencana kebakaran terjadi menjelang waktu Magrib atau senja. Dirinya yang ketika itu berada di rumah, terkejut dengan bunyi ketukan tiang listrik yang berkali-kali dan agak keras. “Biasanya kalau ada bunyi tiang listrik dipukul berkali-kali, pasti ada kebakaran. Karena sebelumnya pernah terjadi, yang mana ini kejadian lagi,” ujarnya.

Sontak dirinya bersama keluarga lain keluar dari rumah, dan melihat beberapa rumah di RT terkait sudah terbakar. Api sudah sangat tinggi dan cepat meluas, membuat warga panik, bahkan sebagian ada yang belum sempat menyelamatkan barang-barang pribadi mereka. Sebagian lagi segera menginfokan ke Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat dan juga mencoba memadamkan api secara mandiri.

Sayangnya, ujar dia, kendala yang terjadi di lapangan, sulitnya kondisi medan. Bahkan beberapa warga yang mencoba memadamkan sendiri, sulit membawakan air menuju titik api. Saprudin menambahkan, pemadam yang sigap datang segera memadamkan api dengan bantuan warga. Namun yang sangat disayangkan, keran air PDAM setempat tidak dibuka, sehingga terpaksa ke sungai mengambil air.

“Tidak ada sumber air di dekat kebakaran,  jadi terpaksa harus ke sungai dan beberapa sumber yang isinya hanya air limbah,” keluhnya. Tidak heran api begitu cepat menyebar dan menghanguskan kompleks perumahan yang berada di kawasan padat serta rapat tersebut.

Ketika disinggung, apa yang diperlukan di pengungsian sementara, dirinya berharap nantinya ada bantuan berupa bahan pokok seperti telur ayam, minyak goreng dan lainnya. Harapan lain yang juga sangat diinginkan adalah pemindahan atau relokasi di tempat tinggal yang baru bagi warga.

Dirinya mengharapkan hal itu bisa segera diwujudkan. Untuk lokasinya bisa di mana saja. Terpenting, tempat tinggal warga bisa diakomodir, tanpa ada lagi risiko bencana kebakaran atau lainnya.

Sementara itu, warga lain yang enggan disebutkan namanya, mengaku sedih sekaligus prihatin karena kini rumahnya habis oleh bencana kebakaran.

“Kami juga berharap ada relokasi atau tempat tinggal bagi kami karena semua sudah habis dan tidak bersisa,” ujarnya. didin rakhmadin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *