ISU PENGHAPUSAN PERTALITE-Dewan Minta Pemerintah untuk Pertimbangan Ulang

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Wahid Yusuf

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya Wahid Yusuf memberikan tanggapannya terkait dengan rencana penghapusan Pertalite yang diperbincangkan oleh PT Pertamina (Persero), dalam beberapa minggu terakhir.

Menurutnya, kebijakan tersebut tentu sangat berdampak pada masyarakat, terkhususnya untuk masyarakat Kota Palangka Raya.

Bahkan bagi daerah-daerah pedalaman di wilayah Kalteng yang masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan BBM jenis Pertalite.

“Berhubung pembelian Pertalite di beberapa wilayah masih sangat sulit, lebih-lebih jika jenis ini akan dihapuskan,” ucapnya baru-baru ini.

Oleh karena itu, dirinya sangat berharap agar bisa dilakukan evaluasi ulang terlebih dahulu terhadap rencana penghapusan Pertalite ini.

“Saya juga berharap bahwa teman-teman perwakilan DPR RI dari Kalteng yang berada disana bisa turut andil dan lebih vokal dalam menyuarakan isu ini,” pintanya.

Bersamaan, ia juga turut bersuara bahwa pembelian Pertalite di daerah-daerah tertentu saja masih tergolong susah, apalagi jika jenis ini dihapuskan.

Wahid menilai, rencana penghapusan Pertalite ini justru bisa memberikan beban tambahan nantinya kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan final.

Dia mengatakan bahwa landasan dari kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan masalah polusi, tetapi juga memperhitungkan dampak ekonomi dan sosial yang perlu dibahas melalui kerjasama lintas kementerian, mengingat pentingnya bahan bakar minyak dalam kehidupan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) tengah mengkaji penghapusan produk bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan paling rendah RON 90 atau Pertalite pada tahun depan.

Kebijakan itu seiring dengan komitmen perusahaan migas pelat merah itu untuk menekan gas buang dari bahan bakar kendaraan.rba