Pulang Pisau

Kabut Asap di Pulpis Kian Tebal dan Mengganggu Pernapasan

24
×

Kabut Asap di Pulpis Kian Tebal dan Mengganggu Pernapasan

Sebarkan artikel ini
Kabut Asap di Pulpis Kian Tebal dan Mengganggu Pernapasan
KABUT - Kondisi terkini kabut asap tebal menyelimuti wilayah Kota Pulpis. TABENGAN/YAKIN

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Wilayah Kota Pulang Pisau (Pulpis) sempat turun hujan sesaat pada Selasa (3/10/2023), sehingga memberi harapan di tengah musibah kabut asap. Namun setelah turun hujan itu, pada Rabu (4/10/2023), cuaca terik dan panas ditambah kabut asap tebal sangat terlihat hingga pukul 15.00 WIB menyelimuti Kota Pulpis.

Warga Kelurahan Pulpis, Andy mengaku, pada hari ini kabut asap cukup tebal, dan bahkan menurutnya mata terasa perih, napas terasa sesak dan mulai mengganggu pandangan.

“Betul pak, sekarang kalau kita tidak memakai masker, sangat mengganggu penapasan dan mata pun mulai terasa perih. Hari ini sangat berkabut, dan bisa kita saksikan bersama. Kemarin kita bersyukur ada turun hujan, tapi apakah itu hujan buatan atau bukan, tapi kita bersyukur ada turun hujan,” beber Andy diamini rekannya.

Ia berharap agar kondisi kabut ini segera berlalu, karena menurutnya sangat menggganggu. Terutama bagi balita, anak-anak maupun orang tua, maka sangat dikhawatirkan dapat mengganggu pernapasan.

Sebelumnya, Pejabat (Pj) Bupati Pulpis Hj Nunu Andriani mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Pulpis telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk masyarakat maupun pendidikan, tujuannya untuk menjaga masyarakat khususnya kesehatan. Apalagi, katanya Karhutla tidak hanya berdampak pada kesehatan dan terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi, bahkan stabilitas Nasional.

“Harapan kita, asap ini jangan sampai terjadi seperti tahun 2015 yang cukup parah, yang kita bisa mengekspor asap ke negara tetangga,” jelasnya.

Untuk itu, kata Hj Nunu, pihaknya telah menyampaikan jam belajar durasinya menjadi cukup pendek, karena menurutnya jika di pagi hari asap cukup kurang sehat jika dihirup oleh peserta didik maupun masyarakat, dan Pemkab juga sama memberlakukan jam masuk kerja menjadi jam 8.00 WIB sampai kondisi mulai membaik. Hj Nunu berharap agar kondisi ini segera membaik dan turun hujan.

“Saya berpesan kepada masyarakat jaga kesehatan, perbanyak minum air putih, gunakan masker saat keluar, dan jika tidak perlu keluar lebih baik di rumah saja, kecuali ada hal penting dan mendesak, saya berpesan agar tetap gunakan masker,” pungkasnya. c-mye