DPRD PALANGKA RAYA

Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Kunci Utama Berantas DBD

16
×

Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Kunci Utama Berantas DBD

Sebarkan artikel ini
Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Kunci Utama Berantas DBD
Wakil Ketua I Komisi C Dewan Perwakilan  Rakyat (DPRD) Kota Palangka Raya Ruselita

PALANGKARAYA/TABENGAN.CO.ID – Bahaya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama pada musim peralihan merupakan isu kesehatan yang perlu diperhatikan.

Musim peralihan yang ditandai dengan fluktuasi suhu dan curah hujan yang tinggi, menciptakan lingkungan ideal bagi nyamuk Aedes aegypti, vektor penyakit DBD. Adapun gejala DBD yang umum dialami pasien seperti demam tinggi, perdarahan, dan dalam kasus yang paling parah, bisa berakibat fatal.

Untuk itu Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Ruselita mengingatkan pentingnya sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat dalam usaha pencegahan kasus DBD.

Dan salah satu langkah yang perlu diambil adalah memberikan imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan lingkungan serta menjalankan pola hidup bersih sehat.

“Salah satunya dengan membersihkan dan membuang benda-benda atau sampah yang dapat menampung air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD,” saran Ruselita, kemarin.

Ia juga mengusulkan agar dilaksanakan fogging di daerah-daerah rawan berkembang biaknya nyamuk DBD.

Menurut Ruselita, fogging merupakan salah satu metode pengendalian nyamuk yang efektif dimana dapat mengurangi populasi nyamuk DBD.

Selanjutnya, Ruselita juga meminta Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui puskesmas perlu memantau titik-titik rawan penyebaran nyamuk penyebab DBD.

“Upaya bersama ini menjadi kunci dalam mengatasi peningkatan kasus DBD di Kota Palangkaraya,” ucapnya.

Ruselita berharap agar semua segmen masyarakat dapat bersama-sama menjaga kesehatan dan menghindari penyebaran DBD.

Kerjasama masyarakat adalah kunci utama dalam upaya memberantas dan mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Ketika masyarakat bersatu, baik dengan pemerintah, lembaga kesehatan, maupun antar warga, diyakini mampu meminimalkan risiko penyebaran penyakit ini.rba