Kapuas

5 Rumah Warga Kapuas Diterjang Puting Beliung 

31
×

5 Rumah Warga Kapuas Diterjang Puting Beliung 

Sebarkan artikel ini
5 Rumah Warga Kapuas Diterjang Puting Beliung 
BANTUAN- Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi saat memantau sekaligus menyampaikan bantuan kepada warga yang rumahnya diterjang angin puting beliung, Rabu (8/11). TABENGAN/YULIANSYAH

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Sebanyak 5 rumah warga di Desa Pulau Telo Baru, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas diterjang angin puting beliung, Selasa (7/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun rumah warga mengalami rusak berat dan selebihnya rusak ringan.

Hurman, salah satu warga yang rumahnya mengalami rusak berat menuturkan, kejadiannya sangat mendadak dan bertepatan sedang hujan deras.

“Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dan dalam waktu bersamaan atap rumah terangkat dan sengnya berterbangan. Kemudian saya berteriak menyuruh anggota keluarga yang lainnya untuk segera keluar meninggalkan rumah,” kata Hurman.

Sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah di ruas Jalan Kapuas-Mandomai itu, Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi secara langsung meninjau kondisi pasca kejadian, sekaligus menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak.

“Jangan lihat nilainya, namun pada dasarnya bantuan ini merupakan bentuk kepedulian serta perhatian Pemkab Kapuas atas musibah yang terjadi. Harapannya bisa meringankan beban. Kepada mereka yang tertimpa musibah diharapkan tetap bersabar, jangan putus asa dan tetap semangat,” kata Erlin.

Turut dalam kunjungan itu, Kadis Sosial Kapuas Yanmarto, Kadis Kesehatan dr Tonun, Kadis Disperindagkop Apendi, Kadis PU Teras, Pelaksana Kepala BPBD Panahatan Sinaga, Kadis Pendidikan Drs Aswan, Camat Selat Yaya Setiabudi dan Kades Pulau Telo Baru H Bob Mahaputra dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

 Waspada Cuaca Ekstrem

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya Lian Adriani menjelaskan, sekarang ini musim peralihan, sehingga berpotensi terjadinya cuaca ekstrem cukup tinggi. Arah angin bertiup sangat bervariasi, mengakibatkan kondisi cuaca bisa berubah secara tiba-tiba.

“Potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat durasi singkat dan sporadis. Ada pula hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Juga angin puting beliung dan hujan es. Atas kondisi ini, masyarakat diminta untuk dapat waspada dalam menghadapi masa peralihan atau pancaroba,” kata Lian, saat menyampaikan kondisi cuaca di Kalteng, Rabu (8/11).

Lian menuturkan, dampak dari periode peralihan musim pancaroba dapat menimbulkan angin puting beliung, hujan es, dan kilat petir. Cuaca ekstrem juga berdampak merusak area sekitarnya. Menyebabkan kebakaran akibat sambaran petir, menyebabkan bangunan rusak, pohon tumbang, tanah longsor, gagal panen, dan banjir.

Ciri periode peralihan musim atau pancaroba ditandai pertumbuhan awan comulonimbus (CB). Ciri-cirinya muncul saat pagi menjelang siang. Bentuknya seperti bunga kol, warnanya keabu-abuan dengan tepian yang jelas. Menjelang sore, awan CB menjadi gelap dan menyebabkan hujan petir dan angin. c-yul/ded