PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gedung Komite Olahraga Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi sorotan karena akan diruntuhkan oleh Pemerintah Provinsi untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Polemik ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama karena gedung KONI merupakan DPRD Kalteng pertama dengan nilai sejarah yang tinggi.
Menurut tokoh senior Kalteng Eren Patianom, gedung KONI harus dipertahankan karena merupakan gedung DPRD Kalteng pertama, sehingga memiliki nilai sejarah yang penting untuk dijaga.
“Gedung KONI saat ini memiliki arsitektur yang langka dan unik, yang bisa dijadikan objek wisata ilmiah. Orang-orang akademisi teknik dapat belajar dari arsitektur gedung tersebut, sedangkan wisatawan dapat melihat budaya yang ditetapkan dari gedung tersebut,” kata Eren Patianom saat diwawancarai Tabengan, Kamis (29/2).
Eren juga menjelaskan, gedung bersejarah tersebut harus dijaga dan dirawat agar tetap utuh.
“Agar mengenang sejarah, gedung tersebut perlu dibuatkan museum pembangunan daerah, di dalamnya bisa dibuatkan diorama cerita bagaimana terbentuknya Kalteng dan Kota Palangka Raya sampai saat ini,” jelasnya.
Ia menegaskan, gedung bersejarah ini harus dipertahankan untuk mengingatkan para generasi masa sekarang dan di masa depan tentang sejarah Kalteng.
“Polemik gedung KONI Kalteng ini harus menjadi perhatian kita, tidak hanya karena nilai sejarah dan seni arsitektur yang dimilikinya, tetapi juga sebagai pijakan dalam membangun masa depan bagi Kalteng. Seiring dengan waktu, kita harus bergerak bersama untuk menyuarakan pentingnya menjaga warisan sejarah ini,” ujarnya.
Ia berpesan seperti kata-kata Bung Karno “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Artinya harus menjaga warisan sejarah ini.
“Oleh karena itu, diharapkan Pemerintah Provinsi Kalteng mempertimbangkan kepentingan menjaga kedaulatan sejarah dan budaya serta nilai arsitektur yang terdapat pada gedung bersejarah tersebut,” pungkasnya. jef











