Mutiara Usop, Anggota Dewan Kehormatan DAD Kalteng
“Cucu Damang Salilah prihatin keluarnya putusan Adat yang prosesnya melanggar aturan Adat Dayak Kalteng “
Mutiara Usop: Aneh, para Damang meminta DAD Kalteng meyediakan satu ekor sapi dan kambing untuk pesta perdamaian.
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Keprihatinan atas putusan dan ketetapan para Damang yang mengeluarkan putusan Adat tanpa mengedepankan aturan Adat Dayak Kalteng, saat memutus perselisihan sesama anggota DAD Kalteng, terus disuarakan Mutiara Usop, tokoh Perempuan Dayak, yang juga Anggota Dewan Kehormatan Dewan Adat Dayak Kalteng.
Kepada Wartawan, Rabu Pagi ( tgl 6 Maret 2024 ) Mutiara Usop menegaskan, berdasarkan tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi pengurus DAD Kalteng, mereka yang menjadi anggota Dewan Kehormatan DAD Kalteng, mempunyai fungsi untuk memberi nasihat kepada pengurus DAD Kalteng dalam upaya pelestarian dan pemberdayaan adat – istiadat serta menegakkan hukum adat dalam masyarakat.
“Saya menilai, penghentian perselisihan dan keputusan berdamai, tanpa melalui mekanisme yang benar, seperti mempertemukan kedua belah pihak untuk melakukan mediasi , adalah keputusan yang melanggar hukum adat Dayak Kalteng dan menciderai kepercayaan Orang Dayak kepada lembaga Kedamangan. Karena keputusan tersebut cacat aturan adat, maka harus dibatalkan dan tidak berlaku. kata Mutiara.
Mutiara Usop, yang juga Ketua Presidium Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalimantan Tengah (LMMDDKT), menyayangkan, kenapa para Damang yang menerima tugas dari pimpinan DAD Kalteng untuk penyelesaian perselisihan sesama pengurus DAD Kalteng, tidak mengedepankan hukum adat Dayak, yakni memanggil para pihak dan mempertemukan mereka untuk mediasi. Namun tanpa adanya pertemuan dari kedua belah pihak untuk melakukan mediasi , para Damang memutuskan bahwa perselisihan DIHENTIKAN dan para pihak saling memaafkan untuk perdamaian.
“Yang namanya perdamaian harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dan para Damang tidak boleh mengambil keputusan secara sepihak tanpa kesepakatan tertulis kedua belah pihak,“ tegas Mutiara
Mutiara Usop, yang juga Cucu Damang Salilah, prihatin keluarnya putusan adat yang prosesnya melanggar aturan Adat Dayak Kalteng dan mendorong petinggi DAD Kalteng memainkan peran sebagai Lembaga koordinasi dan supervisi, sehingga bisa memanggil para Damang dan mengevaluasi putusan tersebut.
Menutup pernyataannya, Mutiara merasa heran, kenapa DAD Kalteng yang meminta para Damang menyelesaikan perselisihan, justru dibebankan beberapa hal melalui putusan tersebut. DAD Kalteng dibebankan membiayai pesta perdamaian adat memotong satu ekor sapi, dan satu ekor kambing, serta tujuh ekor ayam kampung bulu putih, dan poin keempat, membebankan kepada DAD Kalteng uang meja dan uang jalan 7 Damang / Mantir basara, sebesar Rp 10.500.000,-
Diberitakan sebelumnya, Ririen Binti, yang juga Wakil Ketua Biro DAD Kalteng, pelapor dugaan penggelapan di tubuh DAD Kalteng senilai Rp2,6 miliar, merasa heran atas keputusan Kerapatan Mantir Perdamaian Adat, yang pada poin dua dan tiga memutuskan, menetapkan bahwa perselisihannya dengan terlapor dihentikan, dan para pihak saling memaafkan untuk perdamaian dan membebankan biaya pesta perdamaian dengan memotong satu ekor sapi kepada DAD Kalteng.
“Selaku uluh Dayak, kami cinta damai dan terbuka hati untuk saling memaafkan, namun karena hidup ini punya tatanan dan aturan, maka harus kita penuhi dulu aturan tersebut, dan yang namanya perdamaian, apalagi perdamaian adat Dayak , dan penyelesaian perselisihan, harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu adanya ruang, atau kesempatan mediasi para pihak dan persetujuan ke dua belah pihak, Gimana ada mediasi dan persetujuan kedua belah pihak , kalau para Damang tidak pernah mempertemukan para pihak melalui Lembaga Kedamangan,“ kata Ririen Binti
Ririen Binti menegaskan, karena keputusan dan ketetapan yang tujuh Damang keluarkan, dipandang cacat hukum dan cacat aturan adat , maka saya dan beberapa pengurus DAD Kalteng menolak putusan dan ketetapan tersebut. Dan penolakan ini bukan dari kami saja, namun juga dari para tokoh Dayak lainnya.ist











