-
Spirit Kalteng

Ziarah Suci Paskah, Tradisi Umat Kristiani Palangka Raya 

73
×

Ziarah Suci Paskah, Tradisi Umat Kristiani Palangka Raya 

Sebarkan artikel ini
PASKAH–Tradisi ziarah makam pada malam Paskah bagi umat Kristiani di Kota Palangka Raya salah satunya di TPU Kristen km 12 Jalan Tjilik Riwut, Sabtu (30/3). TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tradisi ziarah Paskah di Kota Palangka Raya masih dijaga oleh umat Kristiani. Kegiatan ini menjadi sarana untuk membersihkan makam sanak saudara, kerabat dan orang-orang yang mereka kasihi.

Tiap tahun, mereka berkumpul dan pergi ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen di kilometer (km) 2,5 ataupun km 12 Jalan Tjilik Riwut untuk melakukan ziarah. Selain membersihkan makam, mereka juga menyalakan lilin dan menabur bunga rampai serta berdoa bersama.

Menurut Jackson, seorang peziarah, kegiatan ziarah ke makam biasanya dilakukan setelah melaksanakan ibadah Jumat Agung, dimulai dari hari Jumat hingga Minggu.

“Tradisi malam Paskah (malam Minggu) biasanya banyak umat Kristiani bermalam di makam, dan di Minggu paginya dilaksanakan ibadah Paskah di area pemakaman,” kata Jackson, Sabtu (30/3).

Meski kegiatannya dilakukan di kawasan pemakaman, ziarah ini bukanlah kegiatan yang mengerikan atau horor, melainkan sebuah aktivitas religius umat Kristiani untuk mendekatkan diri pada Tuhan.

“Pada acara perayaan Paskah ini juga, kami mengenang kematian Yesus Kristus di kayu salib, kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada hari ketiga, serta berdoa untuk kedamaian sanak saudara yang sudah meninggal dan kesejahteraan orang-orang yang masih hidup,” ucapnya.

Setiap detail kegiatan ziarah Paskah terlihat jelas di tempat pemakaman, maka dari itu, tidaklah mengherankan jika terlihat ramai umat Kristiani atau peziarah yang datang ke tempat tersebut. Rombongan warga silih berganti memasuki area pemakaman. Ada juga antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang menunggu giliran untuk masuk ke dalam kawasan pemakaman.

Dalam kegiatan ziarah dan perayaan Paskah, umat Kristiani selalu membentuk kebersamaan dan solidaritas antar sesama mereka, yang menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam kegiatan ini. Dalam kegiatan ini, mereka terlihat bersemangat untuk saling membantu, mendoakan, dan memperkuat ikatan emosional mereka dengan orang-orang terdekat yang sudah meninggal.

Terlihat adanya sosialisasi dari dinas terkait agar kegiatan berlangsung lancar dan aman. Baik itu dari pihak Polisi dan Dinas Perhubungan bersama-sama mengawasi kegiatan ziarah dan perayaan Paskah agar tidak terjadi banyak hal-hal yang merugikan bagi peziarah atau umat Kristiani.

Kegiatan ziarah dan perayaan Paskah yang diagendakan untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah wafat-Nya, membawa makna yang dalam bagi umat Kristiani. Selain untuk mengenang dan mendoakan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar sesama, serta memperkuat keyakinan akan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka.

Memperingati Paskah melalui ziarah ke tempat pemakaman dapat dijadikan sebuah kegiatan positif dan bermakna. Dimana, selain mengenang dan mendoakan orang-orang yang pergi, kegiatan ini membawa hubungan erat antar sesama dan keluarga yang masih hidup, juga sebagai ajang untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. jef

 

-
-
-