Spirit Kalteng

Pj Wali Kota Kunjungi Korban Keracunan Makanan di RSUD Palangka Raya

48
×

Pj Wali Kota Kunjungi Korban Keracunan Makanan di RSUD Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
KUNJUNG-Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu didampingi Direktur RSUD Kota Palangka Raya dr. Abram Sidi Winasis mengunjungi anak-anak korban dugaan keracunan makanan di ruang perawatan RSUD Kota Palangka Raya, Kamis (1/8). TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu mengunjungi anak-anak yang diduga menjadi korban keracunan makanan di RSUD Kota Palangka Raya, Kamis (1/8) pagi.

Dalam kunjungannya, Hera menyatakan bahwa peristiwa ini masih dalam penyelidikan guna mengetahui penyebab pastinya.

“Hari ini kita mengunjungi anak-anak kita, karena kemarin siang ada sedikit peristiwa yang tidak kita inginkan. Saat ini, kita belum tahu penyebab pastinya, tetapi sementara diinformasikan bahwa anak-anak ini mungkin salah makan. Apakah dari jajannya atau dari sumber lain, kita belum tahu, dan sedang diselidiki,” ujar Hera.

Diketahui, sebanyak 16 anak dilaporkan mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, dan lemas.

Sebagian besar dari mereka telah mendapatkan penanganan medis, namun beberapa anak masih dalam perawatan intensif di RSUD Kota Palangka Raya dan RS Bhayangkara.

“Alhamdulillah, dari 16 anak yang mengalami gejala seperti ini, sudah ditangani semua. Saat ini, ada dua siswa yang masih dirawat di RSUD Kota dan lima siswa di RS Bhayangkara. Kami akan terus memantau kondisi mereka,” tambah Hera.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Palangka Raya dr. Abram Sidi Winasis memberikan penjelasan terkait penanganan anak-anak yang diduga mengalami keracunan makanan atau jajanan sekolah.

Kejadian ini dilaporkan terjadi di SDN 1 Kereng Bangkirai, di mana 6 siswa sempat dilarikan ke rumah sakit RSUD Kota Palangka Raya.

“6 anak dilarikan ke RSUD kita, dan dari jumlah tersebut, empat sudah dipulangkan karena kondisinya membaik, sementara 2 lainnya masih dirawat dengan pengawasan ketat oleh dokter spesialis anak,” jelas dr. Abram.

Ia menjelaskan bahwa 2 anak yang masih dirawat tidak diizinkan pulang sampai benar-benar pulih karena dikhawatirkan kondisi mereka bisa kembali memburuk jika tidak diawasi dengan baik.

“Kami menangani mereka dengan ketat untuk memastikan mereka tidak mengalami penurunan kondisi lebih lanjut,” tambahnya.

Menurut dr. Abram, gejala awal keracunan makanan sangat khas dan biasanya muncul segera setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Gejala tersebut meliputi mual, muntah, diare, pusing, dan lemas, yang merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan bakteri atau racun dari sistem pencernaan.

“Muntah adalah salah satu cara tubuh mengeluarkan bakteri, dan ini biasanya disertai dengan gejala lain seperti mual dan diare. Penting untuk menggantikan cairan yang hilang agar tidak terjadi dehidrasi,” jelasnya.

Kemudian mengenai penanganan awal, juga disarankan agar segera menghentikan konsumsi makanan yang diduga memberi efek tersebut, kemudian perbanyak minum, dan segera mencari pertolongan medis jika gejala tidak berangsur membaik.

“Penanganan awal yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius,” ujarnya.

Ditambahkannya, secara umum, kondisi anak-anak yang dirawat telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan pihak RSUD Palangka Raya akan terus memantau perkembangannya.rba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *