KASONGAN/TABENGAN.CO.ID – Kesedihan atas merebaknya kepalsuan dirasakan penjual buah di bahu jalan Soekarno Hatta Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Bukan karena termakan janji palsu, melainkan lantaran hari ini, Senin pagi (16/9), Amat seorang penjual buah menjadi korban peredaran uang palsu (palsu) yang diterima dalam transaksi oleh salah seorang oknum pembeli yang benar-benar tidak diketahui identitasnya.
Ketika dikonfirmasi, Senin siang (16/9) kepada awak media, dirinya mengaku baru menyadari telah dibayar dengan uang abal-abal alies upal dengan pecahan nominal Rp 100 ribu warna merah sebanyak satu lembar.
Persis pada pukul 10.00 wib pagi tadi, menurutnya, dirinya sibuk melayani belasan orang konsumen yang membeli mangga di tempatnya berjualan dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis pickup. Saat itu pulalah tidak meneliti lagi semua uang yang diserahkan oleh para pembeli. Yang penting kalau lembaran uang kertas berwarna merah berarti nominalnya sudah jelas Rp 100 ribu. Begitu pula jika uang kertas berwarna biru laut berarti nominalnya Rp 50 ribu.
Setelah pembeli agak sepi, sekitar pukul 11.00 wib, lanjutnya, baru memilih-milah dan menghitung jumlah uang hasil jualan buahnya, yang nominalnya besar dan kecil. “Saat memilih-milah uang dari konsumen itulah akhirnya saya temukan 1 lembar uang Rp 100 ribu yang diduga upal,” kata Amat.
Oleh karena nasi sudah menjadi bubur, meskipun keuntungan dari berjualan buah tidak seberapa atau cukup untuk menghidupi makan dan minum sekeluarga saja, namun dirinya mengaku bahwa itu mungkin sudah merupakan takdir baginya. Dengan demikian dirinya juga mengucapkan rasa syukurnya terhadap Allah SWT. Syukur dimaksud, untung saja hanya 1 lembar menerima upal dimaksud.
Dari pengalamannya itu, dirinya mengingatkan kepada dirinya sendiri dan kepada pedagang buah dan pedagang-pedagang lainnya, agar waspada saat transaksi. “Sehingga, tidak menerima upal seperti kasus saya ini,” imbau warga kelahiran desa Telaga Kecamatan Kamipang ini.
Dari sejumlah pedagang yang dikonfirmasi, khususnya pedagang di sepanjang jalan Soekarno Hatta – Kasongan itu, ternyata ada pula beberapa pedagang buah yang pernah dibayar dengan upal, tanpa sepengetahuan mereka sebelumnya. Namun, kejadiannya menurut mereka beberapa bulan yang lalu.
Di antaranya, penjual buah lainnya juga pernah menerima upal, dua orang pemilik toko sembako yang berlainan tempat di jalan Soekarno Hatta itu juga mengaku hal yang sama beberapa bulan yang lalu. Namun, sampai hari ini menurut mereka tidak pernah lagi. “Karena, setiap menerima uang pembayaran dari pembeli, saya selalu mengingatkan kepada karyawan saya agar diteliti terlebih dahulu,” ungkap salah seorang pemilik toko sembako yang tidak mau disebutkan identitasnya. (aris)











