KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID – Berkomitmen mendukung Asta Cita khususnya dalam bidang penguatan sumber daya manusia, kesehatan dan perempuan, PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM) secara konsisten menyelenggarakan Posyandu bagi masyarakat di sekitar perusahaan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, sekaligus sebagai upaya menekan risiko stunting serta memastikan pemantauan pertumbuhan balita secara berkala.
General Manager PT GBSM Japatar Banjarnahor, menjelaskan bahwa program Posyandu telah berjalan sejak 2023 melalui kerja sama dengan Puskesmas di desa-desa sekitar perusahaan. Posyandu ini rutin diselenggarakan setiap bulannya di tiga desa sekitar yaitu, Desa Baung, Desa Jahitan, dan Desa Muara Dua.
“2025 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan, kami percaya bahwa kesehatan masyarakat khususnya ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan. Karena itu perusahaan berkomitmen untuk terus menjalankan Posyandu sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mengurangi risiko stunting. Fokus dan tujuan perusahaan dalam penyelenggaraan Posyandu ini adalah memastikan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di sekitar perusahaan mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhannya,” ungkap Japatar, Kamis (15/5).
Dalam kegiatan Posyandu ini, PT GBSM menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita, serta pemberian makanan tambahan dan vitamin guna mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang. Pemberian vaksin turut diberikan gratis seperti vaksin TB untuk ibu hamil dan vaksin PVC untuk bayi.
Japatar menambahkan bahwa perhatian terhadap kesehatan sejak dini, terutama dalam periode emas pertumbuhan anak yaitu semenjak masa kehamilan hingga usia 2 tahun sangat menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan. Jika ditemukan anak dengan risiko stunting, perusahaan siap memberikan pendampingan secara intensif untuk memastikan mereka mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang.
“Kami berkomitmen penuh untuk memberikan berkontribusi terbaik dalam upaya menurunkan risiko stunting di Kabupaten Seruyan khususnya. Dalam posyandu kami juga melakukan deteksi dini stunting, jika ditemukan anak dengan risiko stunting kami akan melaporkan ke pemerintah setempat dan bersama para pemangku kebijakan menyusun program pendampingan untuk memperbaiki gizi,” sambung Japatar.
Selain layanan kesehatan, Posyandu juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dengan memberikan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis bagi masyarakat desa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, sehingga masyarakat dapat lebih peduli akan kesehatan lingkungan dan dapat secara mandiri melakukan pencegahan penyakit. ist











