Hukrim

Kebakaran Hanguskan 20 Rumah di Ponton

24
×

Kebakaran Hanguskan 20 Rumah di Ponton

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Hanguskan 20 Rumah di Ponton
LUDES- Kondisi rumah di kawasan Ponton yang rata dengan tanah usai terbakar. ISTIMEWA

*Harta Ludes Dilalap Api, Korban Harapkan Bantuan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran besar melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Rindang Banua, Komplek Ponton, Kelurahan Pahandut, Sabtu (21/6) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.43 WIB itu menghanguskan sedikitnya 20 rumah warga.

Informasi awal diterima oleh Call Center 112, yang kemudian diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya. Petugas gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.

Menurut laporan resmi dari Disdamkarmat api pertama kali terlihat membesar dari bagian tengah salah satu rumah warga di RT 02/RW XXVI.

Warga sekitar yang sempat terbangun panik berupaya menyelamatkan diri dan beberapa barang berharga, namun api menyebar dengan cepat karena sebagian besar rumah terbuat dari material kayu dan berdempetan.

“Api sudah dalam kondisi membesar saat pertama kali terlihat oleh warga sekitar. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” jelas Sucipto, Koordinator Call Center 112.

Tim rescue Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan penyemprotan menggunakan mesin portabel serta menyisir area sekitar untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam dan dinyatakan selesai pada pukul 06.00 WIB.

“Evakuasi pemadaman sekitar satu jam api sudah padam, beruntung tidak ada korban jiwa untuk saat ini,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pahandut Kompol Volvy Apriana menjelaskan, aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas turut turun ke lapangan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan evakuasi.

“Bhabinkamtibmas langsung ke lokasi membantu pengamanan TKP, mengatur jalur keluar masuk evakuasi, dan menghimbau warga agar tidak mendekat ke area berbahaya,” jelasnya.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada meteran listrik di pos ronda yang menyatu dengan rumah milik warga bernama Imbrani. Api dengan cepat menjalar karena mayoritas rumah warga berbahan kayu dan saling berdempetan di gang sempit, menyulitkan akses mobil pemadam.

Salah satu korban kebakaran Gazali Rahman, menceritakan bahwa dirinya hanya sempat menyelamatkan satu unit sepeda motor dari dalam rumah. Semua harta benda lainnya tidak berhasil diselamatkan.

“Begitu sadar ada api, saya sempat panik. Hanya motor yang sempat saya tarik keluar. Sisanya, termasuk surat-surat penting dan pakaian, habis semua,” ujar Gazali.

Ia juga mengalami luka ringan di bagian kaki karena sempat berusaha melepas selang kompor gas agar tidak ikut meledak.

“Saya buru-buru lepas selang gas, takut meledak. Kaki saya sempat kena api sedikit,” tambahnya.

Kondisi korban kebakaran ini dan berharap ada perhatian serta bantuan dari pihak Pemerintah setempat atau organisasi yang peduli terhadap nasib mereka. Para tetangga juga bergotong royong membantu kebutuhan untuk sementara waktu.

“Kami berharap ada bantuan lah walaupun sedikit dari pemerintah maupun lembaga sosial,” tutup Gazali.

Ketua RT 02, Mariani, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut berdampak pada 20 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 63 jiwa. Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah warga mengalami luka ringan saat menyelamatkan diri dari kobaran api.

“Untuk di RT 02 ada 15 KK yang menjadi korban, sedangkan lima KK lainnya dari RT sebelah. Semua warga berhasil selamat. Hanya beberapa yang mengalami luka ringan di bagian kaki karena terburu-buru saat berusaha keluar dari rumah yang terbakar,” jelas Mariani saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menambahkan bahwa mayoritas rumah di kawasan tersebut terbuat dari material kayu dan berdempetan satu sama lain, sehingga api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan pada awal kejadian.

Saat ini, para korban kebakaran telah mulai menerima bantuan awal dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, warga sekitar, dan relawan. Bantuan yang diberikan berupa makanan siap saji, air mineral, pakaian layak pakai, serta tikar dan selimut.

“Alhamdulillah, sekarang warga yang terdampak sudah mulai mendapatkan bantuan dari pemerintah dan masyarakat. Untuk sementara, mereka ditampung di rumah warga sekitar dan posko darurat,” kata Mariani.

Berdasarkan pantauan, korban kebakaran hanya bisa menatap puing-puing sisa kebakaran. Pasca kejadian, warga terdampak untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat dan tempat penampungan darurat yang disiapkan secara swadaya oleh masyarakat sekitar. dte