PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) akan didominasi oleh hujan intensitas sedang hingga lebat selama sepekan ke depan.
Terhitung mulai 22 hingga 28 Agustus 2025, hujan berpotensi disertai dengan petir dan angin kencang yang dapat membahayakan masyarakat dan aktivitas harian.
Menurut Prakirawan BMKG Tjilik Riwut, Ika Priti, untuk kondisi atmosfer saat ini menunjukkan peningkatan pembentukan awan-awan konvektif, khususnya awan Cumulonimbus yang dikenal sebagai pemicu utama terjadinya hujan lebat, petir, serta angin kencang.
“Secara umum, cuaca di Kalimantan Tengah cenderung berawan hingga hujan ringan, namun potensi hujan sedang hingga lebat tetap tinggi di sejumlah wilayah,” ujar Ika saat dihubungi Tabengan, Jumat (22/8).
Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi hampir seluruh kabupaten/kota di Kalteng. Daerah-daerah tersebut antara lain, Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Dari pantauan BMKG, tekanan udara di wilayah Indonesia berkisar antara 1010–1016 hPa. Arah angin di Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari arah Barat–Selatan, sedangkan di bagian selatan dari Utara–Barat Laut. Di Kalteng sendiri, angin dominan bertiup dari Timur–Barat dengan kecepatan berkisar antara 5–15 km/jam.
“Suhu udara harian diprakirakan berkisar antara 22°C-32°C dengan kelembaban relatif tinggi, yakni 60%-100%, yang turut mendukung terbentuknya awan-awan hujan di wilayah tersebut,” jelasnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat berdurasi singkat yang bisa disertai kilat/petir serta angin kencang atau bahkan angin puting beliung.
“Kami mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, serta berhati-hati terhadap kemungkinan pohon tumbang, banjir mendadak, atau tanah longsor di wilayah perbukitan,” tegas Ika.
Selain itu, meskipun curah hujan diperkirakan meningkat, BMKG juga mengingatkan tentang potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang masih memiliki titik panas.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun, karena cuaca tidak menentu dan bisa berdampak besar,” pungkasnya. dte











