
NANGA BULIK/TABENGAN.CO.ID-Debu jalan tanah Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, seakan bercerita saat deru mesin ekskavator memecah keheningan. Di sana, Komandan Kodim 1017/Lamandau Letkol Arm Ady Kurniawan, M.Han., bersama Ketua Tim Wasev TMMD ke-125 Kolonel Inf R. Sunarto, S.I.P., meninjau langsung pembangunan jalan baru sepanjang 4.500 meter.
Jalan yang semula sempit kini terbuka lebar hingga 10 meter lengkap dengan drainase, menghubungkan kebun sawit ke pasar, memangkas waktu tempuh, dan memberi napas baru bagi ekonomi warga.

Namun, jalan ini bukan sekadar akses. Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid mengingatkan, jalur ini dulu menjadi rute perjuangan melawan NICA.
“Batu Kotam pernah jadi saksi perjuangan, dan kini kembali jadi saksi kebangkitan,” ucapnya. Kini, setiap jengkal tanah tak hanya menorehkan sejarah, tetapi juga harapan.
Program TMMD ke-125 menghadirkan lebih dari sekadar infrastruktur. Rumah warga yang reyot diperbaiki hingga layak huni, rumah ibadah direhab agar kembali kokoh, dan lima titik sumur bor dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Senyum haru warga yang tak lagi kesulitan air atau tidur di rumah bocor menjadi hadiah terindah bagi para prajurit.

Pembangunan juga menyentuh kemandirian. Lahan satu hektare disulap menjadi ladang pangan, mengajarkan warga agar tak hanya bergantung pada sawit. Sebanyak 500 pohon ditanam bersama masyarakat, menjadi simbol warisan hijau untuk generasi mendatang.
“Kalau jalan warisan hari ini, pohon adalah warisan masa depan,” ujar seorang pemuda.
Tak kalah penting, TMMD juga membangun manusia. Penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, bahaya narkoba, kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan hingga pencegahan karhutla diberikan agar masyarakat makin berdaya. Karena pembangunan sejati lahir dari manusia yang sadar, sehat, dan mandiri.
Di balik semua capaian itu, ada peluh prajurit yang bekerja sejak TMMD dibuka pada 23 Juni 2025. Mereka menembus panas dan hujan, tak segan turun tangan saat alat berat kewalahan.

“Capek pasti ada, tapi hilang saat lihat senyum warga,” kata seorang prajurit. Dansatgas Letkol Arm Ady Kurniawan menegaskan, “Kami hadir bukan hanya membangun jalan atau sumur, tapi juga membangun kebersamaan dan masa depan.”
Kini, Batu Kotam punya wajah baru. Jalan yang terbentang, rumah yang lebih layak, air yang memancar, ladang pangan, hingga pohon-pohon muda adalah simbol pengabdian yang tak akan lekang oleh waktu. TMMD ke-125 membuktikan, pembangunan bukan sekadar untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan anak-anak yang lebih mudah bersekolah, petani yang lebih cepat menjual hasil kebun, dan masyarakat yang hidup lebih sehat serta berdaya di tanahnya sendiri. ist











