-
PENDIDIKAN

27 Murid SD Diduga Keracunan Saus Kedaluwarsa, Wawakot Sebut Belum Ada Laporan Resmi

36
×

27 Murid SD Diduga Keracunan Saus Kedaluwarsa, Wawakot Sebut Belum Ada Laporan Resmi

Sebarkan artikel ini
ilustrasi/net
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – 27 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Palangka Raya dilaporkan mengalami gejala keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, yang menyebutkan bahwa laporan ini berasal dari puskesmas setempat, kepala sekolah, serta orang tua siswa.

Ia menambahkan, kasus ini kemungkinan terjadi dalam dua minggu terakhir, meskipun laporan resmi masih dalam tahap pengumpulan.

“Laporan dari puskesmas saja, mungkin sekitar dua minggu ini ada. Kalau yang saya dengar itu kan ada sekitar 27 laporan dari kepala sekolahnya, laporan dari orang tua siswanya,” katanya Senin (29/9).

Ia menambahkan gejala keracunan ini diduga disebabkan oleh saus kemasan yang telah kedaluarsa.

“Mungkin bahan sausnya yang kedaluarsa, kemarin laporannya begitu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menekankan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi terkait keracunan seperti yang sedang beredar. Menurutnya, dugaan keracunan masih terbatas pada kasus individual atau “farsial”, dan perlu penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

“Sementara ini kalau secara kolektif seperti yang dilaporkan tadi di daerah lain belum ya. Hanya mungkin ada kasus-kasus farsial saja ya, tapi itu kan perlu diselidiki. Kita hanya mendengar bahwa ada keracunan, kata secara ini BGN belum pernah menyajikan kepada kita terkait dengan keracunan. Ya jadi secara resmi sebenarnya kita belum menerima ya,” kata Zaini.

Pemerintah Kota Palangka Raya pun menegaskan bahwa dapur-dapur MBG telah dijalankan sesuai standar kebersihan dan kesehatan yang berlaku. Sosialisasi dan inspeksi rutin juga dilakukan untuk memastikan seluruh relawan, khususnya kepala dapur, menjalankan protokol kebersihan secara ketat.

“Intinya bahwa sampai saat ini di kota Polangka Raya, dapur-dapur MBG masih berjalan dengan baik. Kita tidak menerima laporan-laporan yang secara masif terjadi keracunan. Itu adalah hasil dari koordinasi kita yang intensif ya dengan BGN,” ungkap Achmad Zaini.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait pentingnya menjaga kualitas dan ketepatan distribusi makanan, terutama di daerah tropis seperti Palangka Raya. Pemerintah kota juga terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, termasuk BGN, untuk memantau dan memastikan keamanan Program MBG bagi seluruh siswa. nws

 

-
-
-