Spirit Kalteng

BMKG: Puncak Hujan Diprediksi 14 Desember

41
×

BMKG: Puncak Hujan Diprediksi 14 Desember

Sebarkan artikel ini
BMKG: Puncak Hujan Diprediksi 14 Desember

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama satu pekan ke depan. Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, sebagian besar wilayah Kalteng diperkirakan masih berada dalam pola cuaca berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi di sejumlah kabupaten/kota.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Renianata, menyampaikan bahwa potensi hujan di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya masih cukup tinggi.

“Wilayah Palangka Raya berpotensi diguyur hujan selama sepekan ke depan. Angin kencang serta hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi,” ujarnya.

Renianata menambahkan, tanggal 14 Desember diperkirakan menjadi periode dengan peningkatan intensitas hujan paling signifikan, khususnya di wilayah Kalteng bagian tengah dan kota Palangka Raya. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer regional yang masih aktif memicu pembentukan awan hujan.

Selain hujan, BMKG juga menyoroti adanya fenomena fase Perigee, yaitu kondisi ketika jarak bulan berada pada titik terdekat dengan bumi, bertepatan dengan fase bulan purnama pada 4 Desember 2025. Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut.

Berdasarkan analisis water level dan prediksi pasang surut, BMKG memperkirakan banjir pesisir (rob) dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, seperti pesisir Aceh, Jawa Timur, Sumatera Utara, Bali, Sumatera Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Maluku, serta Jawa Tengah.

Meski demikian, Renianata menegaskan bahwa Palangka Raya bukan wilayah pesisir, sehingga tidak terdampak fenomena rob.

“Untuk wilayah Kalteng, daerah pesisir hanya terdapat di kawasan Sungai Kotawaringin dan Teluk Sampit. Palangka Raya tidak masuk kategori wilayah pesisir sehingga tidak terkena dampak banjir pesisir,” tegasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi cuaca ekstrem.

“Waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng. Dampaknya bisa berupa genangan air, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Masyarakat diminta berhati-hati serta selalu memantau perkembangan informasi cuaca,” pungkasnya. dte