Spirit Kalteng

97,8 Persen Publik Puas Pendidikan Huma Betang

222
×

97,8 Persen Publik Puas Pendidikan Huma Betang

Sebarkan artikel ini

+Kartu Huma Betang Diluncurkan Februari 2026

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, Wagub H Edy Pratowo dan Plt Sekda Kalteng Ir Leonard S Ampung

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengawali tahun 2026 dengan semangat baru melalui kegiatan jalan sehat dan senam pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Desa Nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Leonard S Ampung mengatakan, momentum awal tahun ini menjadi simbol dimulainya harapan dan semangat baru bagi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng.

“Hari ini hari yang luar biasa. Mengawali tahun 2026 kita mulai dengan semangat baru dan harapan baru melalui olahraga bersama, jalan sehat, dan senam pagi bersama. Semangat ini harus terus kita tumbuhkan agar kita memasuki tahun 2026 dengan sehat, sukses, penuh semangat, dan selalu bersyukur,” ujar Leonard dalam sambutannya, di Palangka Raya, Jumat (9/1).

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menjaga sikap positif dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan lupa untuk selalu tersenyum, salam 5S harus terus kita terapkan,” tambahnya.

Leonard menjelaskan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Desa Nasional sesuai arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

“Kita diwajibkan bersama-sama di seluruh Indonesia untuk merayakan Hari Desa Nasional. Ini sejalan dengan visi dan misi Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, yakni membangun dari desa,” katanya.

Menurut Leonard, pembangunan yang dimulai dari desa menjadi fondasi utama dalam berbagai program strategis nasional maupun daerah. Salah satunya adalah Program Kartu Huma Betang Sejahtera yang menjadi unggulan Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur H Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H Edy Pratowo.

“Program strategis Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur kita, yaitu Kartu Huma Betang Sejahtera, wajib diketahui oleh seluruh ASN di jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah karena akan segera diluncurkan pada bulan Februari,” tegas Leonard.

Ia menekankan pentingnya sinergi antarperangkat daerah, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta dinas terkait lainnya, dalam menyukseskan program tersebut. ASN juga diminta memahami secara utuh program tersebut agar mampu memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“ASN harus paham betul, karena nanti masyarakat akan bertanya apa itu Kartu Huma Betang Sejahtera dan bagaimana mekanismenya,” ujarnya.

Leonard juga mengingatkan masyarakat agar tidak salah memahami contoh kartu yang sempat beredar. Ia menegaskan bahwa kartu tersebut bukanlah kartu resmi yang akan digunakan dalam pelaksanaan program.

“Perlu kami sampaikan, kartu yang saat ini beredar di masyarakat dengan warna kemerahan dan putih itu hanya contoh, bukan kartu untuk eksekusi. Kartu yang asli nanti akan dibagikan pada waktunya karena dilengkapi dengan chip dan sistem pengamanan,” jelasnya.

Menurut Leonard, persiapan teknis kartu tersebut telah dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk aspek keamanan dan distribusinya.

Menutup sambutannya, Leonard mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga semangat, kebersamaan, dan komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Mari kita tetap semangat, selalu berdoa dan berusaha. Selamat berbahagia untuk kita semua,” tutupnya.

Transformasi sektor pendidikan di Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur H Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H Edy Pratowo menunjukkan capaian yang sangat positif. Hasil Survei Teropong Daerah yang dilakukan Litbang Kompas mencatat respons publik yang nyaris sempurna terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Huma Betang.

Dilansir Kompas.com, Jumat (9/1/2026), survei yang dilakukan secara tatap muka pada 6–10 Oktober 2025 tersebut menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Program Pendidikan Huma Betang mencapai 97,8 persen. Angka ini menandakan hampir seluruh responden menilai program tersebut berjalan sesuai harapan.

“Tingkat kepuasan terhadap Program Pendidikan Huma Betang mencapai 97,8 persen,” demikian tertulis dalam rilis hasil Survei Teropong Daerah Litbang Kompas.

Survei melibatkan 200 responden yang dipilih secara purposif, terdiri atas pelajar dan tenaga pendidik di jenjang pendidikan menengah se-Kalimantan Tengah. Selain mengukur persepsi terhadap program pendidikan, survei ini juga merekam penilaian publik terhadap kinerja kepala daerah.

Hasilnya, persepsi positif terhadap kinerja Gubernur Kalteng Agustiar Sabran tercatat sangat tinggi, yakni 97,6 persen. Temuan ini menunjukkan kuatnya korelasi antara pelaksanaan Program Pendidikan Huma Betang dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Kalteng.

“Program Pendidikan Huma Betang dipersepsikan sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui reformasi pendidikan,” tulis Litbang Kompas dalam laporan surveinya.

Evaluasi publik difokuskan pada empat pilar utama Program Pendidikan Huma Betang, yaitu digitalisasi pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan Kelas Digital Huma Betang, serta program beasiswa pendidikan. Digitalisasi diwujudkan melalui penyaluran televisi interaktif dan penyediaan layanan internet gratis di sekolah-sekolah, sementara peningkatan sarana difokuskan pada renovasi serta pembaruan fasilitas pendidikan.

Kelas Digital Huma Betang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Kalteng sebagai platform pembelajaran daring guna memperluas akses pendidikan jarak jauh. Adapun program beasiswa diwujudkan dalam bentuk kebijakan sekolah gratis serta bantuan seragam bagi siswa yang membutuhkan.

Keempat program tersebut memperoleh penilaian efektivitas yang baik dari publik. Program digitalisasi pendidikan menjadi yang paling diapresiasi, dengan tingkat kepuasan mencapai 95 persen. Responden menilai digitalisasi meningkatkan mutu pembelajaran, mempermudah akses informasi, dan membuat proses belajar mengajar lebih efisien.

“Program digitalisasi dinilai meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempermudah akses informasi bagi siswa dan guru,” demikian salah satu temuan survei tersebut.

Selain itu, mayoritas responden juga merasakan perbaikan signifikan pada kondisi sekolah. Sebanyak 79,9 persen responden menyatakan setuju bahwa sarana dan prasarana pendidikan mengalami peningkatan, terutama pada ketersediaan fasilitas umum, akses internet, dan pasokan listrik.

Meski demikian, survei juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan program. Kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik, keterbatasan pasokan listrik, serta belum meratanya jaringan internet di beberapa wilayah menjadi catatan penting.

“Peningkatan kompetensi guru dan pendampingan pelajar dinilai perlu segera diperkuat agar pemanfaatan teknologi berjalan optimal dan bertanggung jawab,” tulis Litbang Kompas dalam bagian evaluasi survei.

Pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pendampingan siswa dinilai sebagai kebutuhan mendesak. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi hambatan utama dalam penerapan Kelas Digital Huma Betang di wilayah tertentu. Kendati demikian, tingkat optimisme publik tetap tinggi.

Survei mencatat tingkat optimisme masyarakat mencapai 96,1 persen, sementara dukungan publik terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Huma Betang berada di angka 98 persen.

“Tingginya dukungan publik menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan transformasi pendidikan secara berkelanjutan,” demikian kesimpulan survei tersebut.

Sebagai informasi, Program Pendidikan Huma Betang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 setelah melalui proses perancangan sejak 2024 dan direncanakan diperluas pada 2026. Survei Litbang Kompas ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 6,89 persen.

Keberhasilan Program Pendidikan Huma Betang dipandang sebagai salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, khususnya dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. ldw

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *