SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Akademisi dan pengamat sosial di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riduan Kesuma meminta agar konflik yang terjadi antara Ketua DPRD Kotim dan juga tentara Lawung Mandau Talawang dapat diselesaikan secara musyawarah.
“Saya berharap kasus ini sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat dan dalam hal ini saya mengharapkan Bupati Kotim bisa menjadi mediator dalam penyelesaian kasus ini.
Malu kita sama sama warga asli Kotim saling bertengkar,” ujarnya kepada Tabengan, Kamis (19/2/2026).
Dirinya juga menyarankan agar dilakukan pendekatan dari hati ke hati permasalahan yang terjadi sebelum rekom pembatalan disampaikan ke PT Agrinas untuk dibatalkan.
oleh karena pembatalan KSO terjadi maka pihak tentara Lawung Mandau Talawang melakukan aksi demo dengan harapan mendapatkan kejelasan atas kasus ini.
Terlepas dari penyampaian pada waktu aksi demo ada pernyataan atau tuduhan yang terlontar terhadap Ketua DPRD Kotim itu menurutnya timbul karena akumulasi dan dinamika yang terjadi di lapangan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Namun karena disikapi melalui jalur hukum karena hal ini menyangkut hak pribadi.
“Menurut hemat saya itu sah-sah saja dan dimana juga berkembang dengan pelaporan pembuktian atas tuduhan itu kembali oleh pihak tentara lawung Mandau talawang dengan melaporkan secara hukum juga hal ini merupakan dinamika yang terjadi,” terangnya. may/red











