-
Spirit Kalteng

Teras Apresiasi Bupati dan Masyarakat Gunung Mas

265
×

Teras Apresiasi Bupati dan Masyarakat Gunung Mas

Sebarkan artikel ini
Dr Agustin Teras Narang
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Usaha untuk menekan tingkat kemiskinan hingga menyentuh angka 4,21 persen dan memastikan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 2,58 persen serta Indeks Gini menjadi 0,232 dari Kabupaten Gunung Mas, perlu kita dukung bersama.

“Target yang terkait dengan pengurangan ketimpangan dan pemerataan hasil pembangunan ini, tentu tidak mudah di tengah keterbatasan fiskal. Namun saya yakin dengan koordinasi, kolaborasi, dan disiplin fiskal yang didukung inovasi, Gunung Mas akan dapat mencapainya,” ungkap Agustin Teras Narang, Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Tengah.

Teras mengapresiasi semangat dari Bupati Gunung Mas dan jajaran dalam Musyarawah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Gunung Mas yang digelar pada Kamis (12/3/2026). Diharapkan, semangat ini dapat dipertajam dalam kerja-kerja yang inovatif untuk bisa mencapai dan bahkan mungkin melampaui target. Terlebih di tengah situasi global, nasional, dan lokal yang tidak mudah.

Teras juga turut mendukung pemikiran Bupati Gunung Mas dalam hal penataan pengelolaan sumber daya alam, termasuk bila harus mengambil diskresi yang tentu mesti dilakukan dengan cermat dan sesuai ketentuan yang berlaku. Agar menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan sumber pendapatan daerah di tengah meningkatnya angka kemiskinan. Termasuk untuk mengatasi pengangguran terbuka yang mengalami kenaikan pada 2025 sebesar 3,31 persen dari angka 3,12 persen tahun sebelumnya.

“Saya juga mendorong, agar dalam tantangan internal dan eksternal yang ada, mari kita tetap optimis sekaligus realistis. Kita paham transfer ke daerah pada 38 provinsi dan 415 kabupaten serta 98 kota mengalami efisiensi yang menantang. Oleh karenanya kita mesti punya semangat lebih dalam menghadapi situasi ini,” ujar Gubernur Kalteng dua periode 2005-2015.

Teras menambahkan, dari temuan di DPD RI dari seluruh daerah, hampir semuanya mengalami tantangan menuntaskan masalah-masalah daerahnya karena kondisi ini. Pemerintah daerah bahkan hingga desa merasakannya, terlebih dalam hal penggeseran anggaran untuk program koperasi merah putih yang rupanya juga memicu masalah baru untuk pembangunan desa.

Ia berpandangan, keberhasilan terjadi bila kita dapat mengatasi semua masalah ini. Ia pun yakin dengan berkat Tuhan, Bupati Gunung Mas serta Wakil Bupati yang didukung kerja inovatif jajarannya, akan bisa melewati semua dan meraih keberhasilan.

“Saya mengutip sebuang ungkapan latin Salus Populi Suprema Lex Esto yang berarti keselamatan rakyat merupakan hukum yang tertinggi. Untuk itu, termasuk dalam perencanaan pembangunan, pemimpin daerah memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan semangat ini,” katanya.

Terkait hubungan keuangan pusat dan daerah, pada tahun 2027 mendatang Undang-Undang telah mengamanatkan setiap belanja pegawai haruslah maksimal 30 persen dari postur APBD. Kondisi yang menuntut Badan Kepegawaian Daerah untuk segera memberikan solusi dan antisipasi masalah bila terjadi penataan ulang APBD.

Secara khusus, Teras mendorong pemerintah pusat untuk mendukung pemerintah daerah dengan memberikan hak yang seharusnya mereka miliki untuk membangun. Termasuk dalam soal Dana Bagi Hasil yang sangat diperlukan daerah terutama di tengah kondisi fiskal saat ini. Ini selaras dengan harapan Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas agar pemerintah pusat sungguh memberikan atensi pada daerah-daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan berkontribusi menopang pembangunan nasional.

Teras juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat Gunung Mas yang telah mengawal perencanaan pembangunan daerahnya, termasuk ribuan usulan yang disampaikan untuk kepentingan bersama. Semoga dalam keterbatasan dan menetapkan skala prioritas pembangunan, semua tetap semangat mengawal usulan yang telah disepakati bersama.

“Mari bersama membangun daerah dengan kerja bersama yang penuh inovasi, untuk memanfaatkan potensi-potensi terbaik dari sumber daya alam di daerah. Dengan demikian di tengah tantangan fiskal dan ancaman krisis global, daerah bisa tetap membangun dan memberi yang terbaik bagi rakyat.  Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” pungkasnya. hil/red

 

-
-
-