-
DPRD PALANGKA RAYA

Layanan Oksigen Keliling Diminta Merata

43
×

Layanan Oksigen Keliling Diminta Merata

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya Syaufwan Hadi. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Terlebih, warga yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan, seperti pengemudi ojek online (ojol), berisiko terpapar udara yang tidak sehat.

Kehadiran Bus Oksigen Keliling yang menyediakan layanan oksigen gratis di Kota Palangka Raya pun mendapat perhatian Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya Syaufwan Hadi. Ia menilai, layanan tersebut menjadi langkah positif untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang langsung menjangkau masyarakat sangat dibutuhkan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Sebab, tidak semua warga memiliki keleluasaan untuk membatasi aktivitas di luar rumah, mengingat pekerjaan menjadi salah satu tuntutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Layanan seperti ini cukup penting karena masyarakat membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Apalagi dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, ada warga yang tetap harus bekerja di luar ruangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).

Ia menilai, keberadaan bus tersebut dapat memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat yang banyak menghabiskan waktu di jalanan. Pengemudi ojol, pekerja lapangan, hingga warga yang memiliki mobilitas tinggi menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam situasi udara yang kurang sehat.

Meski demikian, Syaufwan mengingatkan agar pelayanan Bus Oksigen Keliling tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu. Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengatur lokasi operasional berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan menjangkau layanan ini. Karena itu, penempatan bus perlu memperhatikan kondisi di lapangan, terutama kawasan yang aktivitas masyarakatnya cukup tinggi dan wilayah yang terdampak kabut asap,” katanya.

Selain pemerataan jangkauan, ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi mengenai lokasi dan jadwal operasional bus secara berkala. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui titik pelayanan dan memanfaatkannya ketika membutuhkan.

Menurutnya, informasi yang mudah diakses akan membantu masyarakat memperoleh pelayanan secara lebih efektif. Apalagi, keberadaan layanan kesehatan keliling akan lebih optimal apabila warga mengetahui kapan dan di mana layanan tersebut tersedia.

Di sisi lain, Syaufwan mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh menjadi satu-satunya langkah dalam menghadapi dampak karhutla. Upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan penanganan kebakaran agar sumber asap dapat dikendalikan. nws/fwa-red

-
-
-