Spirit Kalteng

30 Ribu Pemudik Bakalan Keluar Melalui Jalur Laut

158
×

30 Ribu Pemudik Bakalan Keluar Melalui Jalur Laut

Sebarkan artikel ini
30 Ribu Pemudik Bakalan Keluar Melalui Jalur Laut

PENUMPANG-Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai.FOTO TABENGAN/YULIA

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai memprediksikan jumlah penudik lebaran tahun ini mencapai 30 ribu yang akan keluar melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang maupun Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kumai, Nuriman Setia, mengatakan mudik tahun ini mengalami kenaikan sebesar 5 persen, dimana kenaikannya mencapai lebih dari 1.000 penumpang.

Nuriman menjelaskan juga untuk angkutan lebaran tahun disiapkan 10 armada yakni PT. Pelni 5 armada, PT Dharma Lautan Utama sebanyak 4 armada dan ASDP 1 armada menuju pelabuhan Kendal

“Puncak arus mudik terpantau sejak tanggal 13 Maret 2026, dan peningkatan jumlah penumpang diperkirakan akan terus terjadi hingga puncak arus mudik, dimana secara keseluruhan, jumlah pemudik yang akan berangkat melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai tahun ini selama periode mudik lebaran, diprediksi mencapai sekitar 30 ribu pemudik,” ujar Nuriman kepada Tabengan , Sabtu (14/3/2026)

Dan menurutnya, tujuan terbanyak para pemudik dari Kumai adalah menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Dan melihat kapasitas kapal setelah mendapatkan dispensasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia 30 ribu penumpang bisa terangkut.

Nuriman juga menyampaikan, pihaknya juga mengantisipasi potensi penumpukan penumpang dan praktik penipuan tiket oleh oknum tidak bertanggung jawab.Sebab selama ini masih ditemukan modus penipuan oleh oknum travel yang menawarkan keberangkatan tanpa memastikan ketersediaan tiket.

“Biasanya mereka mengatakan berangkat saja dulu ke pelabuhan nanti pasti dapat tiket. Padahal sistem pembelian tiket sekarang sudah online atau melalui travel resmi, dan akibat praktik tersebut, tidak sedikit calon penumpang yang akhirnya datang ke pelabuhan tanpa tiket dan kesulitan untuk berangkat, ” Ujar Nuriman.

Untuk mengatasi hal itu, KSOP Kumai juga melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan operator telekomunikasi dan per bankkan guna memudahkan masyarakat, terutama pekerja perkebunan, dalam mengakses pembelian tiket secara daring.

“Kami juga berkoordinasi dengan operator seperti Telkomsel agar akses internet lebih mudah, sehingga para pekerja kebun juga bisa membeli tiket secara online,” tutupnya.

Meski volume penumpang meningkat pesat, KSOP Kumai memastikan seluruh kegiatan embarkasi (keberangkatan) dan debarkasi (kedatangan) berjalan sangat aman dan lancar. (Yulia)