KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Musibah kebakaran kembali melanda permukiman warga di Kabupaten Kapuas, Sabtu (4/4/2026). Dalam satu hari, dua kejadian kebakaran terjadi di lokasi berbeda dan menghanguskan sedikitnya tujuh unit rumah.
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Anggrek Gang VII RT 16, Kelurahan Selat Tengah, Kecamatan Selat, sekitar pukul 10.40 WIB. Kebakaran di kawasan padat penduduk dengan gang sempit tersebut sempat membuat warga panik, terlebih kondisi cuaca saat itu cukup panas.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kapuas, kebakaran ini menghanguskan empat unit rumah dan merusak dua unit lainnya. Total warga terdampak mencapai delapan kepala keluarga (KK) atau 21 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Untuk sementara, empat rumah mengalami rusak berat dan dua rumah rusak ringan. Total ada delapan kepala keluarga terdampak,” ujarnya.
Rumah yang mengalami kerusakan berat masing-masing milik Nur Ifansyah, Santoso, dan Purwadi Suryadi, sementara rumah rusak ringan milik Deni Noviansyah dan M. Toha.
Tak berselang lama, kebakaran kembali terjadi di Desa Batuah RT 2, Kecamatan Basarang, sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam peristiwa ini, tiga unit rumah warga hangus terbakar dan berdampak pada tiga kepala keluarga atau sembilan jiwa.
Rumah yang terbakar diketahui milik Sapari, Mulyadi, dan Sahminan. Api dengan cepat melalap bangunan sehingga seluruh rumah mengalami kerusakan berat.
“Hari ini terjadi dua kali kebakaran di wilayah Kapuas. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran,” tambah Pandiangan.
Hingga saat ini, penyebab kedua kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar.
Upaya pemadaman dilakukan oleh tim pemadam kebakaran gabungan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kapuas, dibantu warga setempat yang bergotong royong mencegah api meluas.
Selain pemadaman, BPBD Kapuas juga melakukan pendataan korban serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk menyalurkan bantuan darurat.
“Kami segera menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban,” pungkas Pandiangan. Hr/redfwa











