Hukrim

5 Tewas Dibunuh di Perbatasan Kaltim-Kalteng, 1 Kritis

374
×

5 Tewas Dibunuh di Perbatasan Kaltim-Kalteng, 1 Kritis

Sebarkan artikel ini
5 Tewas Dibunuh di Perbatasan Kaltim-Kalteng, 1 Kritis
PEMBUNUHAN-Jenazah para korban telah dievakuasi ke RSUD Muara Teweh untuk dilakukan autopsi. FOTO TABENGAN/ARNOLD

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Kabar mengejutkan datang dari wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Sebuah keluarga ditemukan menjadi korban pembunuhan sadis oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Timber Dana, Minggu (19/4/2026), sekitar pukul 16.30 WIB.

Enam orang dilaporkan menjadi korban, lima di antaranya tewas di tempat. Korban meninggal dunia Cuah (55), Hasna (40), Tasya (17), David (3), Ono (50), sedangkan Alfian (40) dinyatakan kritis.

Berdasarkan informasi dari Camat Teweh Timur, Mundawan, para korban merupakan warga setempat.

“Mereka warga Benangin II semua,” ujarnya.

Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto saat dikonfirmasi membenarkan insiden berdarah di perbatasan Kaltim-Kalteng itu.

“Nanti hubungi Kasat Reskrim. Kami yakin pelaku pasti tertangkap,” tegasnya singkat kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan masih belum bersedia memberikan keterangan rinci. Ia meminta awak media untuk bersabar.

“Masih dalam penanganan dan penyelidikan. Mohon sabar ya,” tutupnya.

Berdasarkan informasi media ini dari salah seorang saksi mata yang merupakan kerabat korban, menceritakan detik-detik mengerikan tersebut. Ia mengaku sempat melarikan diri dari pondok saat penyerangan berlangsung.

“Ibu saya sempat mengirimkan pesan suara. Ia keluar dari pondok saat teman-temannya diserang. Ada satu ciri-ciri pelaku yang ia sebutkan,” ujar saksi yang enggan menyebutkan namanya di RSUD Muara Teweh, Senin (20/4/2026).
Informasi lain yang dihimpun menyebutkan, sekelompok orang yang diduga berjumlah tiga orang mendatangi lokasi kejadian. Para pelaku langsung menanyakan nama korban sebelum melakukan pembacokan secara membabi buta.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik pembunuhan sadis tersebut masih belum diketahui. Para korban saat ini sudah di RSUD Muara Teweh untuk dilakukan autopsi, sedangkan korban kritis sedang menjalani perawatan intensif.
“Jam 20.00 WIB katanya malam ini operasinya mas,” ujar istri seorang korban saat ditemui di RSUD. old/dre-red