Spirit Kalteng

Edukasi Satwa Sejak Dini, BKSDA Kalteng Terima Kunjungan Siswa TK Al-Azhar

64
×

Edukasi Satwa Sejak Dini, BKSDA Kalteng Terima Kunjungan Siswa TK Al-Azhar

Sebarkan artikel ini
Edukasi Satwa Sejak Dini, BKSDA Kalteng Terima Kunjungan Siswa TK Al-Azhar
Anak-anak TK RA Al-Azhar Palangka Raya saat mengikuti kegiatan edukasi di Balai KSDA Kalteng. FOTO HUMAS BKSDA KALTENG

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng)terus berupaya menanamkan kesadaran pelestarian lingkungan sejak usia dini. Salah satunya melalui kegiatan edukasi satwa yang rutin diberikan kepada pelajar, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Sebanyak 117 siswa TK RA Al-Azhar Palangka Raya mengunjungi BKSDA Kalteng pada Kamis (23/4) pagi. Kunjungan tersebut dibagi dalam dua gelombang, guna memastikan kegiatan berjalan efektif dan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian edukasi dengan baik.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kalteng, Agnes Indra Mahanani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Program tersebut bertujuan untuk mengenalkan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar kepada generasi muda, khususnya di Kota Palangka Raya.

“Kami menerima kunjungan edukasi dari anak-anak TK Al-Azhar Palangka Raya. Kegiatan ini merupakan program rutin sebagai upaya mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pelestarian satwa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal berbagai jenis satwa yang berada di kandang transit milik BKSDA. Satwa-satwa tersebut berasal dari serahan masyarakat maupun hasil penyelamatan dari kawasan permukiman warga.

Agnes menjelaskan, satwa yang berada di kandang transit tidak bersifat permanen. Seluruh satwa akan melalui proses rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di hutan.

“Satwa-satwa ini kami rawat dan rehabilitasi terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan. Ini penting agar mereka dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan alaminya,” jelasnya.

Beberapa jenis satwa yang diperkenalkan kepada anak-anak di antaranya kangkareng putih, owa-owa, beruang madu, baning, serta kura-kura. Kehadiran satwa-satwa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta didik.

Selain melihat langsung satwa, BKSDA Kalteng juga menyediakan berbagai media edukasi. Di antaranya berupa patung satwa serta studio edukasi yang dilengkapi pemutaran film mengenai kehidupan satwa di habitat alami dan proses pelepasliaran ke alam bebas.

“Di studio edukasi, anak-anak dapat menonton film tentang kehidupan satwa di hutan serta proses pelepasliaran. Ini membantu mereka memahami lebih dalam, tidak hanya sekadar melihat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa BKSDA Kalteng membuka kesempatan kunjungan edukasi bagi seluruh jenjang pendidikan, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan tingkat pemahaman peserta.

Menurutnya, antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini tidak terlepas dari minimnya fasilitas kebun binatang di Kalimantan Tengah, sehingga kesempatan melihat satwa secara langsung menjadi pengalaman yang berharga.

“Anak-anak sangat antusias karena di Kalimantan Tengah belum memiliki kebun binatang. Jadi banyak dari mereka yang baru pertama kali melihat satwa secara langsung,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK RA Al-Azhar Palangka Raya, Nurwi, mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai satwa yang dilindungi.

Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting agar anak-anak tidak hanya mengenal jenis satwa, tetapi juga memahami bahwa satwa liar tidak boleh dipelihara sembarangan.

“Tujuan kami agar anak-anak memahami bahwa satwa liar harus dijaga di habitat aslinya dan tidak boleh dipelihara secara ilegal,” katanya.

Nurwi menambahkan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Setelah mengikuti kegiatan, para siswa menjadi lebih mengenal nama-nama satwa serta habitatnya.

“Mereka sangat antusias. Setelah melihat langsung dan menonton video edukasi, anak-anak jadi lebih mengenal satwa dan lingkungannya,” pungkasnya. dte/fwa-red