PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) kembali melahirkan ratusan lulusan baru dalam prosesi Wisuda Program Pascasarjana ke-XII, Sarjana ke-XXXV, dan Diploma ke-XXV Tahun 2026 Periode I, yang digelar di Kampus II UMPR, Jalan Anggrek, Mahir Mahar Lingkar Luar pada Kamis (23/4/2026).
Sebanyak 723 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri dari 538 lulusan program Sarjana (S1) dan Diploma (D3), serta 185 lulusan program Magister (S2). Prosesi berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga wisudawan yang turut menyaksikan pencapaian akademik tersebut.
Rektor UMPR, Dr. H. Muhamad Yusuf, menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan periode pertama pada tahun 2026. Pihaknya menargetkan dua periode wisuda lanjutan dalam tahun yang sama.
“Wisuda kali ini merupakan gelombang pertama di tahun 2026. Kami masih akan melaksanakan dua kali wisuda lagi dengan jeda sekitar empat bulan. Secara keseluruhan, tahun ini kami menargetkan sekitar 2.100 lulusan,” ujarnya.
Yusuf menambahkan, perkembangan UMPR dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif mencapai sekitar 11.600 orang yang tersebar di 42 program studi dan 15 fakultas.
Menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa dan lulusan tersebut menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di UMPR. Hal ini juga sejalan dengan upaya kampus dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, UMPR juga mendapat kepercayaan untuk menjalankan program pengembangan kompetensi bagi sekitar 2.000 lulusan SMA/SMK di Kalteng. Program tersebut dirancang berbasis vokasi dengan penekanan pada praktik lapangan, khususnya di sektor pertanian.
“Program ini berdurasi satu tahun dan lebih banyak praktik dibanding teori. Tujuannya agar peserta memiliki keterampilan yang siap digunakan di dunia kerja, terutama di sektor pertanian yang menjadi salah satu potensi utama daerah,” jelasnya.
Untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah, UMPR juga berencana membuka sejumlah program studi baru. Beberapa bidang yang menjadi prioritas di antaranya pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.
Lebih lanjut, langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan Pemerintah Provinsi Kalteng dalam menyiapkan tenaga kerja terampil berbasis potensi lokal.
“Pengembangan program studi ini kami sesuaikan dengan kebutuhan daerah, sehingga lulusan nantinya tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga relevan dengan dunia kerja,” tambahnya.
Selain itu, UMPR juga tengah merancang pembangunan fasilitas baru berupa hall atau aula besar di lantai 4 kampus. Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas hingga 7.000 orang dan diharapkan dapat digunakan pada pelaksanaan wisuda berikutnya.
“Keberadaan hall ini nantinya tidak hanya untuk wisuda, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan akademik maupun umum,” ucapnya.
Kegiatan wisuda tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng M Reza Prabowo, Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek RI Mukhamad Najib, unsur Forkopimda, serta pimpinan perguruan tinggi lainnya.
Dengan jumlah lulusan yang terus meningkat serta penguatan program vokasi dan pengembangan prodi berbasis kebutuhan daerah, UMPR diharapkan semakin berperan strategis dalam mencetak SDM unggul yang mampu mendorong pembangunan Kalteng. dte/fwa-red





